“Jadi, kami mengutamakan bahan yang tidak mudah basi dan menghindari ada cita rasa pedas,” ungkapnya.
Di sisi lain, program implementasi MBG di Tabalong, total sasaran penerima manfaat sudah mencapai 98.624 baik peserta didik, santri pondok pesantren maupun 3B.
Jumlah peserta didik (Disdik) sebanyak 69.041 orang, peserta didik (Kemenag) 13.789 orang dengan total 82.830 dari total tersebut yang sudah menerima MBG sebanyak 34.679 atau 42 persen, sedangkan yang belum 48.151 atau 58 persen.
Lalu, untuk penerima manfaat kategori 3B berjumlah 15.794 orang dan sudah menerima MBG sebanyak 1.911 atau 12 persen serta belum menerima 13.883 atau 88 persen.
“Secara keseluruhan penerima manfaat di Tabalong sebanyak 98.624 dengan realisasi yang sudah menerima 36.590 atau 37 persen dan yang belum 62.034 atau 63 persen. Kalau untuk santri yang baru masuk penerima manfaat ada 101 santri,” jelas Toberko.
Diketahui, total Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Tabalong saat ini berjumlah 14 dengan total penerima manfaat 36.590.
Selain itu, ada 1 SPPG yang belum beroperasi di antaranya satu SPPG persiapan running yang perdana dimulai pada 23 Februari 2026, dua SPPG baru selesai verval BGN pusat dan proses penentuan Kepala SPPG serta delapan SPPG masih dalam tahap pembangunan.
Kalimantanlive.com/ A Hidayat







