Iran Mulai Puasa Kamis, Arab Saudi Lebih Dulu Rabu: Ini Alasan Perbedaan Awal Ramadhan 2026

KALIMANTANLIVE.COM – Penetapan awal puasa Ramadhan 1447 Hijriah berbeda antara Iran dan Arab Saudi. Iran memulai puasa pada Kamis, 19 Februari 2026, sementara Arab Saudi sudah terlebih dahulu menetapkan Rabu, 18 Februari 2026 sebagai hari pertama Ramadhan.

Keputusan tersebut diumumkan masing-masing otoritas pada Selasa (17/2/2026).

# Baca Juga :Harga Emas Antam 18 Februari 2026 Tertahan di Rp 2,918 Juta per Gram, Investor Wajib Pantau Pergerakan Terbaru

# Baca Juga :Tolak Gresini Ducati, Alex Rins Pilih Honda, Keputusan yang Ubah Arah Karier di MotoGP

# Baca Juga :Angka Kematian Jemaah Haji Indonesia Capai 50 Persen, Pemerintah Keluarkan Jurus Baru Perketat Syarat Kesehatan

# Baca Juga :Dugaan Pencabulan Gegerkan Tangsel, Tiga Anak Jadi Korban, Dua Di Antaranya Adik Kakak

Kantor Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, menyatakan awal Ramadhan di negaranya diperkirakan jatuh sehari setelah keputusan Arab Saudi. Pernyataan itu disampaikan melalui rilis resmi yang dikutip AFP.

Iran yang mayoritas beraliran Syiah menetapkan awal bulan suci berdasarkan pemantauan hilal di wilayahnya. Tim pengamat bulan sabit disebar ke berbagai daerah pada Rabu malam untuk memastikan visibilitas hilal, yang diperkirakan mudah terlihat.

Arab Saudi dan Negara Teluk Mulai Lebih Awal

Sementara itu, Arab Saudi menetapkan Rabu sebagai hari pertama Ramadhan melalui pengumuman resmi kantor berita pemerintah, Saudi Press Agency.

Sejumlah negara Teluk seperti Oman, Qatar, dan Uni Emirat Arab juga mengikuti penetapan yang sama.

Menjelang pengumuman, para pengamat hilal berkumpul di observatorium astronomi lebih dari 100 kilometer barat laut Riyadh, lokasi yang minim polusi cahaya. Setelah Maghrib, hasil pengamatan dilaporkan ke Mahkamah Agung Arab Saudi yang memiliki kewenangan resmi menetapkan awal Ramadhan.

Banyak negara mayoritas Muslim biasanya mengikuti keputusan Arab Saudi dalam menentukan awal bulan puasa.