Pemko Banjarmasin Lepas 15 Orang ke Jepang untuk Jadi Cargiver

Sementara itu, Koordinator Pelaksana Kerja Sama, Machli Riyadi menjelaskan bahwa secara keseluruhan program ini telah memberangkatkan lebih dari 60 orang sejak dirintis pada masa kepemimpinan Wali Kota yang lalu, Ibnu Sina, bersama unsur pimpinan DPRD.

“Hari ini kita melepas 15 orang untuk batch keempat, dan secara keseluruhan sudah lebih dari 60 orang. Ini adalah buah dari kerja sama yang dirintis sejak dulu,” katanya.

Dia menerangkan bahwa sebelum diberangkatkan, para peserta menjalani pendidikan bahasa dan budaya Jepang selama kurang lebih satu tahun, termasuk penguatan budaya Banjar sebagai identitas mereka.

“Seluruh pembiayaan, mulai dari pembelajaran bahasa Jepang, tiket ke Jakarta, ujian bahasa Jepang, sampai keberangkatan ke Jepang, semuanya dibiayai oleh Kaikoukai Healthcare Group. Pemerintah hanya memfasilitasi dan memastikan penjaminan mutunya,” jelas Machli.

Menurutnya, konsep kerja sama ini menjadi satu-satunya di Indonesia dengan skema Government to Business (G-to-B), di mana pemerintah langsung bekerja sama dengan pelaku usaha di Jepang.