“Keunggulannya adalah pembiayaan tidak keluar dari pemerintah sepeser pun. Kita merekrut, menyeleksi, dan menyiapkan sistem bersama mereka, sementara seluruh pembiayaan ditanggung oleh pihak Jepang,” ujarnya.
Machli juga menyampaikan bahwa setiap peserta memiliki kontrak kerja selama lima tahun. Berdasarkan hasil pemantauan dan advokasi langsung di Jepang, sebagian besar peserta angkatan sebelumnya merasa betah dan ingin melanjutkan kerja sama.
“Kontraknya lima tahun setiap angkatan. Dan mereka yang sudah bekerja di sana cenderung ingin tetap tinggal di sana, bahkan ingin memperpanjang kerja samanya. Ada yang ingin mengajak orang tuanya ke Jepang,” ungkapnya.
Kalimantanlive.com
Frans







