BANJARMASIN, Kalimantanlive.com – Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat dan Mahasiswa Kota Banjarmasin menggeruduk kantor Balai Kota Banjarmasin pada Rabu (18/02/2026) pagi.
Mereka datang untuk untuk menyampaikan aspirasi dan menuntut evaluasi total terhadap prioritas penggunaan anggaran daerah yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat.
Baca juga : Wali Kota Banjarmasin Pertimbangkan Evaluasi Pengadaan Kamera Seharga Lebih dari Rp 100 juta untuk Keperluan Konten
Sambil membentangkan spanduk tuntutan, para pengunjuk rasa bergantian menyampaikan orasi di depan gerbang kantor Wali Kota.
Gabungan mahasiswa ini menyoroti berbagai permasalahan kota yang dianggap berulang dan tak kunjung menemui solusi konkret.
Salah satu orator aksi, Fajar mengatakan aksi ini adalah bentuk pengawasan terhadap kebijakan Pemko Banjarmasin yang dinilai tidak berpihak kepada masyarakat.
Dia pun menyinggung bahwa banyak permasalahan yang belum diselesaikan, mulai dari jalan berlubang hingga sampah.
Tidak hanya itu, massa aksi juga menyoroti tajam soal dinonaktifkannya 62 ribu BPJS warga Banjarmasin, sementara itu di sisi lain Pemko Banjarmasin justru mengeluarkan anggaran Rp 5,2 Miliar untuk mobil dinas listrik yang belakangan sedang viral.
”Kami mempertanyakan kebijakan-kebijakan Pemko Banjarmasin. Dan menuntut transparansi,” ujarnya.
Kalimantanlive.com
Frans







