BANJARMASIN, Kalimantanlive.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengajak seluruh masyarakat menjaga suasana damai dan saling menghormati dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
Ajakan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, saat menghadiri kegiatan pemantauan hisab rukyat awal Ramadan.
BACA JUGA: Pemprov Kalsel Angkat Cita Rasa Ikan Banua di Panggung Nasional TMII
Kegiatan pemantauan hilal dilaksanakan di rooftop lantai 13 Rumah Sakit Amanah Medical Center (RS AMC) Banjarmasin, Selasa (17/2/2026), bertepatan dengan 29 Syaban 1447 Hijriah. Sekdaprov hadir mewakili Gubernur H. Muhidin bersama Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalsel H. Muhammad Tambrin serta jajaran terkait.
Pemantauan dilakukan pada koordinat -3° 19′ 30″ Lintang Selatan dan 114° 35′ 15″ Bujur Timur. Berdasarkan hasil pengamatan, matahari terbenam pada pukul 18.42 Wita, sementara bulan terbenam lebih dahulu pada pukul 18.37 Wita. Tinggi bulan hakiki tercatat -1°09′ 11″ di bawah ufuk dan tinggi bulan mar’i -1° 06′ 14″.
Kepala Kanwil Kemenag Kalsel HM Tambrin menjelaskan, berdasarkan kriteria imkanur rukyat MABIMS terbaru yakni tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat, secara perhitungan teoritis 1 Ramadan 1447 Hijriah berpotensi jatuh pada 19 Februari 2026. Meski demikian, ia mengingatkan adanya kemungkinan perbedaan dalam penetapan awal Ramadan.
Menurutnya, potensi perbedaan tersebut merupakan hal yang lazim terjadi. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap menjaga suasana kondusif, damai, dan saling menghormati dalam menyikapi perbedaan yang mungkin muncul.
Di Kalimantan Selatan, pemantauan rukyat hilal dilaksanakan di tujuh titik, yaitu Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Utara, Tapin, Tanah Laut, Kotabaru, Balangan, dan Kota Banjarmasin. Pemerintah memastikan seluruh proses berjalan tertib, ilmiah, dan sesuai kaidah yang telah disepakati para ulama.







