JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Pebalap Monster Energy Yamaha, Alex Rins, mengungkapkan dirinya sempat mendapat tawaran bergabung dengan Gresini Racing pada musim 2023. Namun, ia justru memilih kontrak bersama LCR Honda yang memberinya status pebalap pabrikan.
Situasi itu terjadi setelah Suzuki Ecstar memutuskan mundur dari MotoGP pada awal 2022. Rins dan rekan setimnya saat itu, Joan Mir, terpaksa mencari tim baru untuk melanjutkan karier.
# Baca Juga :Harga Emas Antam 18 Februari 2026 Tertahan di Rp 2,918 Juta per Gram, Investor Wajib Pantau Pergerakan Terbaru
# Baca Juga :Prabowo Mendarat di AS, Siap Bertemu Donald Trump Bahas Kerja Sama Strategis
# Baca Juga :Warner Bros. Protes ByteDance Gara-Gara Video AI Batman hingga Superman, Isu Hak Cipta Meledak
# Baca Juga :Vinicius Jr Murka Usai Dugaan Rasisme di Markas Benfica, Sebut Pelaku Penakut dan Lemah
Pilihan yang tersedia tidak banyak. Rins ditawari bergabung dengan Gresini yang menggunakan motor Ducati spesifikasi tahun sebelumnya. Di sisi lain, LCR Honda menawarkan kontrak dengan dukungan penuh pabrikan. Ia akhirnya memilih opsi tersebut karena menilai proyek dan support teknis lebih menjanjikan.
Rins mengaku tidak menyesal dengan keputusan tersebut meski kini perjalanan kariernya masih penuh tantangan.
Menurutnya, saat itu pertimbangan utama bukan semata performa motor atau nilai kontrak, melainkan jaminan dukungan dari pabrikan. Ia merasa mendapat perlakuan setara dengan pebalap utama Honda, termasuk Marc Marquez.
Namun, perjalanan bersama Honda tidak sepenuhnya berjalan mulus. Performa tim menurun dalam beberapa musim berikutnya, sementara Rins sempat mengalami cedera serius yang mengganggu konsistensi balapnya. Setelah satu musim, ia memutuskan hengkang dan melanjutkan karier bersama Yamaha.
Efek domino keputusan besar
Kisah Rins menunjukkan bagaimana satu keputusan di MotoGP bisa memicu perubahan besar dalam peta persaingan. Andai ia memilih Gresini pada 2023, kemungkinan jalur kariernya berbeda, termasuk potensi terhindar dari cedera yang dialaminya saat membela Honda.
Keputusan tersebut juga diyakini berpengaruh terhadap dinamika transfer pebalap lain. Marc Marquez akhirnya meninggalkan Honda dan bergabung dengan Gresini pada 2024, sebelum kemudian naik ke tim pabrikan dan meraih gelar juara dunia pada 2025.









