JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Winger andalan Real Madrid, Vinicius Junior, meluapkan kemarahan setelah menjadi sasaran dugaan pelecehan rasis dalam laga play-off UEFA Champions League musim 2025–2026.
Pertandingan yang berlangsung di Estadio da Luz, markas Benfica, berakhir dengan kemenangan tipis 1-0 bagi Real Madrid, namun ternoda insiden yang memicu ketegangan di lapangan.
# Baca Juga :VIRAL GOOGLE MAPS! Rumah Jokowi Mendadak Dilabeli ‘Tembok Ratapan Solo’, Ajudan: Bukan Tempat Wisata
# Baca Juga :Viral Video Siswa SD Muara Badak Bontang Terima MBG Kelapa Muda, Begini Penjelasan Polisi
# Baca Juga :Jam Kerja ASN Jakarta Selama Ramadhan 2026 Resmi Berubah, Masuk Lebih Siang dan Durasi Dipangkas
# Baca Juga :BREAKING NEWS: YouTube Down Global, Beranda dan Shorts Error, Netizen Ramai Protes
Peristiwa terjadi sesaat setelah Vinicius mencetak gol pada menit ke-50. Selebrasinya di dekat bendera sudut memancing reaksi keras suporter tuan rumah hingga situasi memanas.
Dalam momen tersebut, pemain Benfica, Gianluca Prestianni, sempat menghampiri Vinicius. Sang pemain Real Madrid kemudian melaporkan dugaan hinaan rasis kepada wasit Francois Letexier, yang langsung mengaktifkan protokol anti-rasisme resmi UEFA dan menghentikan pertandingan sementara.
Kecaman keras Vinicius di media sosial
Tak lama setelah laga usai, Vinicius menyampaikan kecaman melalui media sosial. Ia menyebut pelaku rasisme sebagai pihak yang tidak berani menunjukkan jati diri dan hanya berani bersembunyi saat melontarkan hinaan.
Pemain asal Brasil itu juga mengkritik efektivitas protokol yang diterapkan otoritas sepak bola, serta mempertanyakan keputusan wasit yang memberinya kartu kuning karena selebrasi gol.
Menurutnya, kemenangan tim seharusnya menjadi sorotan utama, namun insiden tersebut membuat isu diskriminasi kembali mencuat ke permukaan.









