Wakil Wali Kota Banjarmasin Hj Ananda Melepas 15 Delegasi Tenaga Kerja dan Penerima Beasiswa ke Jepang

“Seluruh pembiayaan, mulai dari pembelajaran bahasa Jepang, tiket ke Jakarta, ujian bahasa Jepang, sampai keberangkatan ke Jepang, semuanya dibiayai oleh Kaikoukai Healthcare Group. Pemerintah hanya memfasilitasi dan memastikan penjaminan mutunya,” jelas Machli.

Menurutnya, konsep kerja sama ini menjadi satu-satunya di Indonesia dengan skema Government to Business (G-to-B), di mana pemerintah langsung bekerja sama dengan pelaku usaha di Jepang.

“Keunggulannya adalah pembiayaan tidak keluar dari pemerintah sepeser pun. Kita merekrut, menyeleksi, dan menyiapkan sistem bersama mereka, sementara seluruh pembiayaan ditanggung oleh pihak Jepang,” ujarnya.

Machli juga menyampaikan bahwa setiap peserta memiliki kontrak kerja selama lima tahun. Berdasarkan hasil pemantauan dan advokasi langsung di Jepang, sebagian besar peserta angkatan sebelumnya merasa betah dan ingin melanjutkan kerja sama.

“Kontraknya lima tahun setiap angkatan. Dan mereka yang sudah bekerja di sana cenderung ingin tetap tinggal di sana, bahkan ingin memperpanjang kerja samanya. Ada yang ingin mengajak orang tuanya ke Jepang,” ungkapnya.