Warner Bros. Protes ByteDance Gara-Gara Video AI Batman hingga Superman, Isu Hak Cipta Meledak

KALIMANTANLIVE.COM – Warner Bros. melayangkan protes keras kepada ByteDance setelah beredarnya video berbasis kecerdasan buatan (AI) yang menampilkan karakter DC seperti Batman, Catwoman, dan Superman di platform Seedance 2.0.

Studio film tersebut menilai ByteDance telah memfasilitasi pembuatan konten tiruan karakter ikonik miliknya melalui layanan AI tersebut. Keberatan disampaikan dalam surat resmi yang ditujukan kepada penasihat umum ByteDance, John Rogovin, yang sebelumnya pernah bekerja di Warner Bros.

# Baca Juga :VIRAL GOOGLE MAPS! Rumah Jokowi Mendadak Dilabeli ‘Tembok Ratapan Solo’, Ajudan: Bukan Tempat Wisata

# Baca Juga :Vinicius Jr Murka Usai Dugaan Rasisme di Markas Benfica, Sebut Pelaku Penakut dan Lemah

# Baca Juga :Jam Kerja ASN Jakarta Selama Ramadhan 2026 Resmi Berubah, Masuk Lebih Siang dan Durasi Dipangkas

# Baca Juga :BREAKING NEWS: YouTube Down Global, Beranda dan Shorts Error, Netizen Ramai Protes

Dalam surat itu, pihak hukum Warner Bros. menegaskan bahwa karakter-karakter DC merupakan aset penting perusahaan dan tidak boleh digunakan tanpa izin, termasuk dalam proses pelatihan maupun produksi konten berbasis AI.

Seedance 2.0 picu kontroversi industri hiburan

Seedance 2.0, layanan AI generatif video yang baru diluncurkan ByteDance, disebut mampu menghasilkan adegan sinematik dengan kualitas tinggi. Namun, tak lama setelah rilis, media sosial dipenuhi video AI yang menampilkan berbagai karakter populer dalam skenario baru.

Beberapa contoh yang beredar antara lain pertarungan Batman melawan Spider-Man, Superman melawan Thanos, hingga adegan yang menampilkan Tom Cruise dan Brad Pitt dalam situasi fiktif. Bahkan, pengguna juga membuat versi akhir alternatif untuk serial populer seperti Game of Thrones.

Konten tersebut memicu kekhawatiran luas terkait pelanggaran hak cipta dan penggunaan kekayaan intelektual tanpa izin.

Sejumlah organisasi industri hiburan ikut bersuara, termasuk Motion Picture Association dan SAG-AFTRA. Selain itu, Disney serta Paramount dilaporkan telah mengirimkan surat penghentian penggunaan (cease and desist) kepada ByteDance.