DLH Banjarbaru Pangkas 58 Pohon dan Tebang 36 Pohon Rawan Tumbang Sepanjang 2026

BANJARBARU, Kalimantanlive.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH Kota Banjarbaru) meningkatkan kegiatan pemangkasan dan penebangan pohon tua maupun rawan tumbang di sejumlah titik di Kota Banjarbaru.

Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan dan menindaklanjuti arahan Wali Kota Banjarbaru terkait potensi bahaya dari pohon lapuk.

BACA JJUGA: Banjarbaru Bersiap Rayakan HUT ke-27, Sekda Pimpin Pembentukan Panitia

Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Banjarbaru, Dr. Hafid, menjelaskan bahwa penanganan pohon dilakukan melalui dua pendekatan, yaitu berdasarkan permohonan masyarakat dan hasil survei lapangan. Secara regulasi, DLH bertugas menangani pohon di jalur hijau, namun tetap mempertimbangkan kebutuhan warga.

“Kalau ada permohonan masyarakat dan memang berpotensi membahayakan, maka kami tindak lanjuti. Selain itu, kami juga melakukan survei untuk memetakan pohon-pohon tua dan kering yang rawan tumbang,” ujar Hafid.

Survei difokuskan di wilayah Cempaka dan Landasan Ulin, dengan temuan terbanyak di kawasan Landasan Ulin. Penanganan dilakukan di sejumlah titik, termasuk di depan gardu induk di Cempaka yang terdapat pohon pinus besar dalam kondisi kering dan lapuk, serta di area Puskesmas Cempaka Rawat Inap karena pohon trembesi dan ketapang berpotensi merusak bangunan.

DLH juga menindak pohon rawan tumbang di belakang kolam renang dekat Masjid Muhajirin, Lapangan Merdeka, dan di samping Bank Mandiri. Kegiatan ini dilakukan menyusul beberapa kejadian pohon tumbang yang menimbulkan kekhawatiran keselamatan warga, serta pemetaan pohon rawan di sepanjang jalan utama termasuk kawasan Trikora.

Ke depan, DLH menyiapkan program peremajaan pohon yang direncanakan dimulai setelah Lebaran. “Pohon yang ditebang akan diganti dengan tanaman baru. Khusus untuk trembesi, secara bertahap akan diganti dengan jenis yang lebih aman dan sesuai kondisi perkotaan seperti pohon tanjung,” jelas Hafid.