JAKARTA, Kalimantanlive.com – Ponsel pintar terbaru dari Samsung Electronics, yakni Samsung Galaxy S26, diperkirakan akan mengalami kenaikan harga untuk pertama kalinya dalam tiga tahun terakhir.
Prediksi ini muncul di tengah melonjaknya harga chip memori global yang didorong oleh pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI).
BACA JUGA: Harga Samsung Galaxy A56 5G Anjlok Februari 2026, Makin Murah Jelang Galaxy A57 Meluncur
Mengutip laporan kantor berita Yonhap, Samsung berencana menggelar ajang tahunan Galaxy Unpacked 2026 di San Francisco pada 25 Februari waktu setempat.
Acara tersebut mengusung tema “The Next AI Phone Makes Your Life Easier” dan diperkirakan menjadi panggung peluncuran resmi Galaxy S26.
Dalam beberapa tahun terakhir, Samsung mempertahankan harga lini utama Galaxy sejak era Galaxy S23 pada 2023. Namun, kondisi pasar komponen yang berubah membuat strategi tersebut semakin sulit dipertahankan, terutama untuk model terbaru yang mengusung fitur AI lebih canggih.
Pengamat industri menilai peningkatan harga chip memori dan kebutuhan prosesor yang lebih bertenaga untuk mendukung fitur berbasis AI menjadi faktor utama. Teknologi AI yang semakin terintegrasi dalam perangkat menuntut spesifikasi lebih tinggi, sehingga berdampak langsung pada biaya produksi.
Pada Januari lalu, Wakil CEO Samsung Electronics Roh Tae-moon juga sempat mengisyaratkan bahwa kenaikan biaya komponen, khususnya chip memori, dapat memengaruhi harga jual produk Samsung ke depan. Pernyataan tersebut memperkuat spekulasi bahwa penyesuaian harga tidak terhindarkan.
Sumber industri menyebutkan, model Galaxy S26 dengan kapasitas penyimpanan 256GB berpotensi mengalami kenaikan hingga 99.000 won dari harga dasar 1,15 juta won yang dipertahankan sejak Galaxy S23. Jika terealisasi, kenaikan ini setara sekitar Rp1,1 juta.









