Keterlibatan agen di setiap RT menjadi kekuatan utama dalam mendorong perubahan dari lingkungan terkecil.
Meski demikian, masih rendahnya kesadaran sebagian warga terhadap pentingnya pemilahan sampah menjadi tantangan tersendiri.
Di sisi lain, peluang terbuka melalui potensi ekonomi dari hasil daur ulang yang dapat dikelola oleh masyarakat secara mandiri, sementara kebiasaan lama membuang sampah tanpa pemilahan tetap menjadi ancaman yang harus diubah.
Menjawab tantangan tersebut, Pemko Banjarmasin menyiapkan pendampingan berkelanjutan kepada para agen, penyediaan sarana pemilahan di lingkungan permukiman, serta kampanye penggunaan produk ramah lingkungan yang akan digencarkan hingga ke tingkat keluarga.
“Hari ini hadir perwakilan dari 1.582 Agen 3R. Mereka bukan hanya simbol program, tetapi ujung tombak perubahan perilaku masyarakat,” tambah Yamin.







