JAKARTA, Kalimantanlive.com – Pelatih Liverpool, Arne Slot, menegaskan bahwa dunia sepak bola harus berbuat lebih banyak untuk memerangi rasisme, menyusul insiden yang menimpa penyerang Real Madrid, Vinicius Jr.
Vinicius mengaku menjadi korban perlakuan rasial dari winger Benfica asal Argentina, Gianluca Prestianni, pada laga leg pertama playoff Liga Champions 2025/26 di markas Benfica, yang dimenangkan Real Madrid 1-0. Insiden ini membuat pertandingan sempat dihentikan selama 11 menit sesuai protokol anti-rasisme FIFA.
BACA JUGA: Sandy Walsh Buat Sejarah, Dua Musim Berturut-turut Tembus 16 Besar Liga Champions Asia
“Secara umum, Anda tidak pernah bisa melakukan cukup banyak. Selalu ada yang bisa dilakukan lebih untuk memastikan hal seperti ini tidak terjadi lagi,” ujar Slot jelang laga tandang Liverpool ke markas Nottingham Forest, dikutip dari NT News, Kamis (19/2/2026).
Slot menambahkan, komunitas sepak bola harus berupaya lebih dari masyarakat umum. “Protokol sudah dijalankan dalam pertandingan itu, dan itu adalah langkah pertama,” katanya.
Pihak Benfica, termasuk Prestianni dan pelatih mereka Jose Mourinho, membantah tuduhan rasial tersebut. UEFA menyatakan tengah meninjau insiden ini. Slot menekankan bahwa upaya melawan rasisme tidak boleh berhenti, dan berharap para pemainnya akan bersikap tegas bila menghadapi situasi serupa.
“Saya berharap pemain saya akan bertindak dengan cara yang sama dan segera melaporkannya, wasit juga mengambil tindakan yang tepat,” ucapnya.
Di luar isu rasisme, Slot menyoroti persiapan Liverpool menghadapi Nottingham Forest, yang kini dilatih manajer baru Vitor Pereira setelah memecat Sean Dyche pekan lalu. Slot memperkirakan Forest akan tampil berbeda dibanding pertemuan terakhir di November lalu, saat Liverpool kalah 0-3 di Anfield.







