OJK Paparkan Tiga Pilar Fokus Kebijakan Sektor Jasa Keuangan 2026

JAKARTA, Kalimantanlive.com – Pejabat Sementara (Pjs) Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, memaparkan tiga pilar utama arah kebijakan sektor jasa keuangan yang akan diterapkan sepanjang tahun 2026. Pemaparan ini disampaikan dalam acara Economy Outlook 2026 yang digelar oleh OJK Institute di Jakarta, Kamis (19/2/2026).

Friderica menjelaskan, fokus kebijakan OJK pada tahun ini terbagi menjadi tiga pilar utama, yaitu penguatan ketahanan sektor jasa keuangan, pengembangan ekosistem keuangan yang kontributif, serta pendalaman pasar keuangan dan pengembangan keuangan berkelanjutan.

BACA JUGA: ORI029, Pilihan Investasi Aman untuk Investor Pemula Menurut OJK

Penguatan ketahanan sektor jasa keuangan dilakukan melalui penegakan ketentuan permodalan, penguatan keuangan syariah, percepatan reformasi integritas pasar modal, serta pemberantasan tindak penipuan (scam) dan aktivitas keuangan ilegal.

Sementara itu, pengembangan ekosistem keuangan yang kontributif diterapkan melalui kebijakan penguatan akses pembiayaan bagi UMKM agar dapat berkembang dan berkontribusi terhadap perekonomian nasional. OJK menekankan pentingnya dukungan konsisten, terutama pasca bencana di tiga provinsi di Sumatera akhir tahun lalu.

Friderica menambahkan, OJK telah menetapkan kebijakan pemberian perlakuan khusus atas kredit atau pembiayaan kepada debitur terdampak bencana selama tiga tahun ke depan untuk menjaga pertumbuhan sektor UMKM.

OJK juga mendorong sektor jasa keuangan memberikan dukungan terhadap program prioritas pemerintah, seperti Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Makan Bergizi Gratis, penguatan asuransi dan sistem kesehatan nasional, serta pengembangan ekosistem bulion.

Kebijakan pendalaman pasar keuangan dan pengembangan keuangan berkelanjutan mencakup penguatan peran investor institusional serta peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat. Friderica menekankan pentingnya financial health masyarakat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.