Restrukturisasi Dianggap Tak Terelakkan
Schoellhorn menilai proyek FCAS dirancang dalam konteks geopolitik yang berbeda. Kini, lanskap keamanan Eropa berubah drastis, terutama setelah invasi Rusia ke Ukraina.
“Kita hidup di dunia yang sepenuhnya berbeda. Kecepatan menjadi kunci. Era pengembangan 15–20 tahun dengan daftar persyaratan panjang sudah berlalu,” katanya.
Ia bahkan membuka kemungkinan bahwa FCAS tidak harus bergantung pada satu model jet tempur saja.
“Jika pada akhirnya ada dua jet tempur dalam satu proyek besar dengan berbagai aset lain, itu bukan akhir dunia,” ujarnya.
FCAS Lebih dari Sekadar Jet Tempur
Selama ini, perhatian publik terfokus pada ambisi membangun jet tempur siluman generasi keenam. Namun menurut Schoellhorn, FCAS jauh melampaui itu.
“FCAS jauh lebih dari sebuah pesawat. Intinya adalah combat cloud. Ada sistem tanpa awak, sensor, hingga kemampuan simulasi,” jelasnya.
Bahkan, Jerman disebut mulai mempertimbangkan pengurangan skala proyek dengan menghapus komponen jet tempur dan lebih fokus pada sistem komando dan kendali berbasis combat cloud.
Diskusi ini berlangsung di tengah peningkatan belanja pertahanan negara-negara Eropa, yang dipicu oleh perubahan drastis dalam lanskap keamanan kawasan.
(kalimantanlive.com/berbagai sumber)
editor : TRI










