BANJARMASIN, Kalimantanlive.com – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kalimantan Selatan menghadirkan subsidi belanja sembako senilai Rp25 ribu bagi masyarakat umum melalui Pasar Raya TPID yang digelar di stan Pasar Wadai VI Banjarmasin, tepatnya di depan eks Kantor Gubernur Kalsel, Kamis (19/2/2026).
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara TPID Provinsi Kalimantan Selatan dan Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Selatan. Langkah tersebut menjadi strategi konkret untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan potensi kenaikan harga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
BACA JUGA: Gubernur Kalsel Dorong Sinergi TPID untuk Kendalikan Inflasi dan Jaga Stabilitas Ekonomi Banua
Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Kalimantan Selatan, Dr. Ir. Eddy Elminsyah Jaya, menjelaskan bahwa Pasar Raya TPID merupakan bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah. Menurutnya, momentum hari besar keagamaan kerap diikuti lonjakan harga kebutuhan pokok sehingga perlu diantisipasi melalui intervensi pasar.
Beragam komoditas disediakan dalam pasar murah ini, mulai dari beras, telur, aneka sembako, hingga LPG yang didukung oleh Pertamina. Seluruh produk dijual dengan harga distributor agar mampu memengaruhi harga pasar yang cenderung lebih tinggi.
Eddy berharap harga yang lebih terjangkau di Pasar Raya TPID dapat menjadi penyeimbang di tengah fluktuasi pasar. Dengan demikian, stabilitas harga pangan tetap terjaga dan masyarakat Banua bisa memenuhi kebutuhan pokok tanpa terbebani lonjakan harga.
Pasar Raya TPID dibuka setiap hari mulai pukul 15.00 WITA hingga rangkaian Pasar Wadai berakhir. Masyarakat diberikan kesempatan luas untuk memanfaatkan program subsidi tersebut selama kegiatan berlangsung.
Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Teguh Arifyanto, mengajak masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas subsidi yang telah disiapkan. Ia menyebutkan bahwa kegiatan ini direncanakan berlangsung selama 10 hari dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah.
Untuk mempermudah akses, panitia menyediakan voucher senilai Rp25.000 yang dapat ditukarkan dengan paket bahan pokok di lokasi. Masyarakat cukup melakukan registrasi, mengikuti tahapan edukasi singkat mengenai inflasi dan perekonomian, lalu menerima kupon yang wajib dibelanjakan pada hari yang sama. Melalui sinergi ini, TPID Kalsel optimistis mampu menekan laju inflasi sekaligus menjaga daya beli warga menjelang HBKN.
Sumber: MC Kalsel







