BANJARMASIN, Kalimantanlive.com – Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banjarmasin terus berupaya menjaga ketersediaan kantong darah di Kota Banjarmasin, terutama selama momen Ramadan.
Kepala UDD PMI Banjarmasin, Dokter Aulia Ramadan Supit, menjelaskan bahwa stok darah biasanya menurun drastis hingga 50 persen saat Ramadan. Untuk mengantisipasi hal ini, pihaknya menambah petugas yang berjaga di malam hari agar pendonor yang datang pada jam tersebut tetap bisa dilayani dengan baik.
BACA JUGA: Hari Pertama Ramadhan, Satgas Pangan Polda Kalsel Tancap Gas Sidak Pasar Antasari Banjarmasin
Selain itu, operasional donor darah menggunakan bis PMI di halaman Masjid Raya Sabilal Muhtadin juga diperpanjang dari sore hingga tengah malam. Langkah ini diharapkan meningkatkan partisipasi masyarakat yang ingin mendonorkan darah di waktu malam.
UDD PMI Banjarmasin juga bekerja sama dengan mitra untuk menyediakan paket sembako bagi para pendonor. Paket ini akan terus diberikan selama persediaan masih ada, sebagai bentuk apresiasi terhadap partisipasi masyarakat.
Melalui strategi tersebut, pihak UDD menargetkan pengumpulan minimal 4.000 kantong darah selama Ramadan. Target ini meski masih di bawah kebutuhan normal bulanan yang mencapai 6.000 kantong, namun tetap dianggap signifikan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan transfusi.
Dokter Aulia menegaskan bahwa upaya menjaga stok darah ini merupakan prioritas agar kebutuhan medis masyarakat tetap terpenuhi, terutama di tengah meningkatnya permintaan selama bulan suci.
Selain menambah jam operasional dan petugas, PMI juga terus melakukan sosialisasi donor darah agar masyarakat sadar pentingnya kontribusi mereka dalam menjaga ketersediaan darah di Kota Banjarmasin.
“Kami berharap melalui berbagai upaya ini, stok darah dapat tetap aman dan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu selama Ramadan,” pungkas Dokter Aulia.
Sumber: Borneotrend.com









