“Kapolres catat. Terima kasih ya. Ada yang perlu disampaikan?,” tanya Kapolda sebelum menutup telepon.
“Siap, tidak Jenderal,” jawab operator.
Peristiwa tersebut kemudian menjadi perhatian publik setelah videonya beredar luas di media sosial. Salah satunya, komentar di akun yang mengunggah akun tersebut.
“Seting yang bagus,” tulis @yusup.widianto.1
“Aduuhh… Gak kebayang kalo situasi genting telpon 110. Yang ada hilang duluan itu yang nelpon,” kata akun @cupuaming.
“Saran. 110 harusnya penerimanya kayak CS yang ramah, kayak CS Bank,” harap akun @nurdiansyahhery.
Adapun uji coba yang dilakukan secara terbuka itu dinilai sebagai bentuk transparansi sekaligus evaluasi terhadap kualitas layanan pengaduan kepolisian.
Di sisi lain, dari dinamika komunikasi yang terjadi, momen tersebut menunjukkan pentingnya peningkatan kesiapsiagaan, kecepatan respons, serta kualitas komunikasi operator dalam melayani masyarakat.
Layanan darurat seperti Call Center 110 diharapkan mampu memberikan respons yang cepat, jelas, dan profesional dalam setiap situasi.
Uji coba ini pun dapat menjadi bahan pembenahan agar pelayanan publik semakin optimal serta mampu menjawab harapan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
https://www.instagram.com/reel/DU5DnVyEQfp/?igsh=MXU2djJibjZqOXpvZw==
(Berbagai Sumber)
Kalimantanlive.com/ilham
Editor: Elpian







