Dari Lapangan ke Kebijakan, Satu Tahun Kepemimpinan H Rahmat-H Uli, Aksi Cepat yang Menguatkan Tanah Laut

Ini menunjukkan konsistensi pemerintah daerah memastikan masyarakat mendapatkan jaminan layanan tanpa hambatan biaya.

Stabilitas ekonomi daerah juga terjaga melalui dukungan pada sektor pertanian, UMKM, dan investasi.

Kepemimpinan yang Membumi

Bagi sebagian warga, kehadiran H Rahmat di tengah masyarakat menjadi pembeda.

BACA JUGA: Bangun Budaya Disiplin dan Pelayanan Prima, Polres Tanah Laut Rutin Gelar Korve

Fauzi, warga Kecamatan Pelaihari misalnya, menilai gaya komunikasi bupati terasa lebih terbuka.

“Kami bisa menyampaikan langsung aspirasi. Tidak ada jarak. Itu yang membuat kami optimistis,” ujarnya, Sabtu (21/2/2026).

Sementara itu, Marlina, pelaku UMKM di Pelaihari, mengapresiasi perhatian terhadap usaha kecil.

“Sekarang UMKM lebih diperhatikan, ada dorongan pemasaran dan kemudahan perizinan. Harapan kami ke depan pendampingannya makin rutin,” katanya.

Dukungan juga datang dari kalangan anak muda. R Maulana, pemuda asal Kecamatan Bati-Bati, melihat sosok H Rahmat sebagai figur yang adaptif terhadap perubahan.

“Beliau paham pentingnya digitalisasi dan pembangunan jangka panjang. Kami berharap ruang partisipasi anak muda terus dibuka,” tuturnya.

Menguatkan Fondasi Tahun Kedua

Memasuki tahun kedua masa kepemimpinan, H Rahmat menegaskan komitmennya mempercepat pembangunan berbasis kebutuhan riil masyarakat.

Ia menyebut tahun pertama sebagai fase penguatan fondasi—mulai dari stabilitas layanan publik, pengendalian persoalan lingkungan, hingga peningkatan daya saing ekonomi lokal.

Dengan kombinasi pendekatan lapangan dan kebijakan terukur, kepemimpinan H Rahmat membangun citra sebagai pemimpin yang hadir, bekerja, dan mendengar.

Tantangan ke depan tentu tidak ringan, namun satu tahun ini menjadi penanda bahwa arah pembangunan Tanah Laut bergerak dengan pijakan yang lebih kokoh dan kepercayaan publik yang terus tumbuh.