PELAlHARI, Kalimantanlive.com — Setahun memimpin Kabupaten Tanah Laut (Tala), gaya kepemimpinan H Rahmat Trianto kian mudah dikenali: turun langsung, cepat mengambil keputusan, dan berani mengeksekusi kebijakan strategis.
Bersama Wakil Bupati HM Zazuli atau yang akrab disapa H Uli ini, H Rahmat membangun citra pemimpin yang tak sekadar administratif, tetapi responsif terhadap denyut persoalan di lapangan.
BACA JUGA: Bupati Tanah Laut Raih SIWO Award di HPN 2026
Alih-alih menunggu laporan di meja kerja, H Rahmat kerap terlihat hadir di tengah warga—baik saat banjir melanda kawasan pesisir, saat infrastruktur desa dikeluhkan, maupun ketika petani dan pelaku UMKM membutuhkan dukungan konkret.
Pendekatan inilah yang perlahan membentuk personal branding-nya sebagai bupati yang “kerja nyata, bukan sekadar wacana” sejak dilantik memimpin Bumi Tuntung Pandang oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025 lalu.
Fokus pada Solusi, Bukan Seremoni
Awal tahun 2026 menjadi fase konsolidasi sekaligus percepatan program prioritas.
Penanganan banjir di wilayah Kurau dan sekitarnya menjadi salah satu contoh kebijakan berbasis tindakan cepat.
Normalisasi saluran air dan pembuatan sodetan dilakukan setelah Rahmat meninjau langsung kondisi lapangan.
Di sektor pelayanan publik, penguatan digitalisasi dan perluasan akses internet desa terus didorong untuk mendukung pendidikan serta ekonomi digital.
Langkah ini bukan hanya soal infrastruktur, melainkan membangun ekosistem pelayanan yang lebih modern dan transparan.
Di bidang kesehatan, capaian Universal Health Coverage (UHC) yang tetap terjaga dan bahkan kian meluas cakupannya.







