Niat Puasa Ramadan di Pagi Hari, Sah atau Tidak? Ini Penjelasan Lengkap Ulama

JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Niat puasa Ramadan merupakan salah satu syarat sah dalam menjalankan ibadah puasa. Pertanyaan yang kerap muncul adalah apakah niat puasa boleh dilakukan pada pagi hari setelah terbit fajar, atau harus dilaksanakan pada malam sebelumnya.

Dalam kajian fikih, niat memiliki kedudukan penting karena menjadi pembeda antara ibadah dan aktivitas biasa. Para ulama pun membahas secara rinci waktu pelaksanaan niat, khususnya untuk puasa wajib seperti Ramadan.

# Baca Juga :BREAKING CUACA KALSEL–KALTENG 21 FEBRUARI 2026: Awan Tebal Selimuti Wilayah, BMKG Warning Hujan Lebat & Angin Kencang!

# Baca Juga :Rahasia Lantai Masjidil Haram Tetap Sejuk di Tengah Panas Makkah, Ternyata Pakai Marmer Jenis Ini

# Baca Juga :Sassuolo Vs Hellas Verona 3-0: Jay Idzes Cs Pesta Gol di Mapei Stadium

# Baca Juga :Lautaro Martinez Cedera Otot Betis, Diragukan Tampil di Derby Milan vs AC Milan

Waktu Niat Puasa Ramadan

Dalam buku Khutbah Zaynul Atqiya’ terbitan Mimbar Dakwah LIM Lirboyo Kediri dijelaskan bahwa salah satu kewajiban puasa adalah menghadirkan niat di dalam hati pada malam hari. Niat tersebut menjadi dasar sahnya puasa yang akan dijalankan keesokan harinya.

Niat puasa Ramadan tidak diperkenankan dilakukan pada pagi, siang, atau sore hari setelah terbit fajar. Dengan demikian, niat harus dilakukan pada malam hari sebelum waktu Subuh tiba.

Penjelasan serupa terdapat dalam buku Ngopi Bareng Ustaz karya Amirulloh Syarbini. Para ulama sepakat bahwa niat merupakan kewajiban dalam setiap ibadah, termasuk puasa.

Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

“Barang siapa yang tidak berniat puasa di malam harinya, maka tidak ada baginya puasa itu.” (HR. An-Nasa’i).

Dalam hadis lain disebutkan:

“Barang siapa tidak berniat puasa sebelum fajar, maka puasanya tidak sah.” (HR. Tirmidzi).

Berdasarkan hadis tersebut, mayoritas ulama berpendapat bahwa niat puasa wajib, termasuk Ramadan, harus dilakukan sebelum terbit fajar. Jika niat dilakukan setelah fajar, maka puasa wajib dinilai tidak sah.

Perbedaan Pendapat Ulama

Terkait apakah niat harus dilakukan setiap malam atau cukup sekali di awal Ramadan, para ulama memiliki perbedaan pendapat:

Imam Syafi’i berpendapat niat harus dilakukan setiap malam untuk setiap hari puasa.

Imam Malik dan Imam Ahmad berpendapat niat boleh dilakukan sekali di awal Ramadan untuk satu bulan penuh, selama tidak terputus oleh hal yang membatalkan puasa.

Imam Hanafi berpendapat niat puasa Ramadan masih sah jika dilakukan pada siang hari sebelum tergelincir matahari, selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa.

Jika Lupa Berniat di Malam Hari

Bagaimana jika seseorang lupa berniat pada malam hari?

Menurut Imam Malik, Imam Syafi’i, dan Imam Ahmad, orang yang lupa berniat tetap wajib menahan diri dari makan, minum, dan hubungan suami istri pada siang hari tersebut. Namun, ia wajib mengqadha puasa karena tidak memenuhi syarat niat pada malam hari.

Jika tidak berniat karena kesengajaan, maka puasanya dianggap tidak sah dan tetap wajib diganti.