PALANGKA RAYA, Kalimantanlive.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) membuka akses pengecekan daring untuk calon penerima Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS). Masyarakat bisa memverifikasi status bantuan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) melalui laman resmi humabetang.id.
Program bantuan sosial ini menyasar sekitar 300 ribu keluarga penerima manfaat dan dapat diverifikasi secara online. Masyarakat diminta memastikan data yang dimasukkan sesuai dengan KTP dan Kartu Keluarga (KK) agar proses validasi berjalan dengan tepat.
BACA JUGA: Pemprov Kalteng Pastikan Server dan Data Kartu Huma Betang 100 Persen Siap Jelang Peluncuran
Plt Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfosantik) Kalteng, Rangga Lesmana, mengatakan pengecekan dapat dilakukan mandiri oleh masyarakat. “Masyarakat dapat melakukan pengecekan validasi penerima manfaat secara mandiri melalui laman resmi humabetang.id dengan memasukkan data sesuai identitas,” ujar Rangga, Sabtu (21/2/2026).
Jika nama calon penerima bantuan belum terdaftar di sistem KHBS, masyarakat dapat memeriksa status bantuan sosial melalui laman resmi Kementerian Sosial, cekbansos.kemensos.go.id, sebagai rujukan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Rangga juga menekankan pentingnya memastikan kesesuaian data dengan dokumen kependudukan. “Pastikan data yang dimasukkan sesuai dengan KTP dan KK agar proses pengecekan berjalan dengan tepat dan akurat,” tegasnya.
Program Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) ini memiliki total anggaran mencapai Rp400 miliar dan ditargetkan akan menjangkau 300 ribu keluarga penerima manfaat di seluruh wilayah Kalimantan Tengah. Pemerintah Provinsi Kalteng berharap program ini dapat berjalan tepat sasaran.
Untuk memastikan pendistribusian tepat waktu dan sesuai target, Diskominfosantik menyiapkan aplikasi berbasis digital yang memungkinkan pemantauan distribusi bantuan secara real-time. “Proses distribusi akan terpantau secara real-time, sehingga program ini bisa tepat sasaran dan tepat waktu,” kata Rangga.
Program ini dijadwalkan selesai sebelum Hari Raya Idulfitri 2026, dengan harapan semua kartu bantuan dapat disalurkan kepada penerima manfaat seminggu sebelum Lebaran.
Sumber: Tribunkalteng.com







