SAMARINDA, Kalimantanlive.com – Ketua Umum Forum Dayak Bersatu (FDB), Decky Samuel meminta masyarakat tidak terburu-buru mengkritik dan terjebak reaksi emosional terkait pembelian kendaraan dinas Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) berupa mobil listrik senilai Rp 8,5 miliar.
Hal tersebut disampaikan Decky merespons polemik pembelian kendaraan dinas Gubernur Kaltim yang belakangan ramai diperbincangkan publik
Menurutnya, kritik yang berkembang di masyarakat terlalu terburu-buru dan tidak mempertimbangkan konteks secara menyeluruh, baik dari sisi etika pemerintahan, efisiensi keuangan jangka panjang, maupun aspek keamanan dan kebutuhan operasional seorang kepala daerah.
BACA JUGA: Safari Ramadan, Gubernur Harum Bangkitkan Semangat Qurani di Kalangan Pelajar Kaltim
“Saya memahami keresahan masyarakat. Tapi mari kita bicara dengan kepala dingin dan data yang jelas. Jangan sampai kita terjebak dalam reaksi emosional yang justru tidak adil bagi seorang pemimpin yang sedang bekerja keras membangun Kaltim,” ujar Decky Samuel kepada awak media, Jumat (21/2/2026).
Decky menegaskan bahwa jabatan Gubernur Kaltim bukan jabatan sembarangan. Kaltim adalah provinsi yang menjadi tuan rumah Ibu Kota Nusantara (IKN), pusat perhatian nasional bahkan internasional, yang menjadikan mobilitas dan keamanan gubernur sebagai urusan strategis negara.
“Kendaraan dinas gubernur bukan sekadar fasilitas mewah. Ini adalah instrumen keamanan. Gubernur bertemu kepala negara, menteri, investor asing, diplomat. Kendaraan yang ia gunakan mencerminkan wibawa dan keseriusan daerah. Kalau kendaraan dinas tidak layak dan representatif, apa yang akan dipikirkan tamu negara tentang Kaltim?” jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kendaraan dinas gubernur wajib memenuhi standar keselamatan tinggi, termasuk ketahanan teknis di medan yang beragam, mulai dari kawasan perkotaan Samarinda dan Balikpapan hingga wilayah pedalaman yang masih kerap dikunjungi kepala daerah dalam rangka tugas pelayanan publik.










