Karena itu, Andi Harun secara terbuka menantang wartawan untuk ikut mengungkap praktik jukir yang dinilai meresahkan warga. Ia bahkan menyatakan kesiapannya untuk mendampingi media jika diperlukan.
“Coba ini nanti pulang, wartawan fotoin semua satu-satu. Kalau wani lah, kalau kada wani, aku temani. Jangan cuma kita jago di dunia maya,” tegasnya.
BACA JUGA: Congkel Jendela Pakai Kayu Ulin, Remaja 16 Tahun Ditangkap Polsek Samarinda Seberang
Ia juga menyindir budaya kritik yang hanya ramai di media sosial (medsos). Menurutnya, keberanian tidak cukup ditunjukkan lewat unggahan atau komentar daring, melainkan melalui tindakan nyata di lapangan.
“Kalau jago itu, jago di laut, jago di darat, jago di udara, jangan cuma di udara,” sindirnya.
Meski menggunakan diksi keras, Andi Harun menegaskan bahwa tidak semua jukir disamaratakan. Ia membedakan antara jukir yang bekerja tertib dan yang melakukan tindakan meresahkan.
“Yang jukir baik enggak kena. Yang jukir baik kita doakan rezekinya makin bagus. Tapi kalau meresahkan masyarakat, itu yang menjadi musuh masyarakat,” tutupnya.
Sumber: Rilis
Editor : elpian










