SAMARINDA, Kalimantanlive.com – Wali Kota Samarinda Andi Harun buka suara terkait permasalahan maraknya praktik juru parkir (jukir) liar yang banyak dikeluhkan masyarakat.
Namun, alih-alih langsung berbicara soal penertiban juru parkir (jukir) liar, Wali Kota Andi Harun justru membuka pernyataannya dengan mengakui bahwa ia dan seluruh jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda bukanlah pihak yang sempurna.
“Mulai dari staf sampai wali kotanya manusia biasa, banyak kekurangannya, banyak dosanya, banyak khilafnya,” ucapnya di sela-sela pembukaan Wisata Belanja Ramadan 1447 Hijriah di Lapangan GOR Segiri jalan Kesuma Bangsa, Jumat sore (20/2/2026).
BACA JUGA: Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud Tegaskan Aset Lahan SMA 10 Samarinda Milik Pemprov
Andi Harun menilai bahwa dalam berbagai kasus yang meresahkan masyarakat, termasuk praktik jukir bermasalah, narasi publik kerap lebih keras menghantam pemerintah ketimbang pelaku di lapangan.
Menurutnya, ada ketimpangan fokus. Saat terjadi keresahan, Pemkot menjadi sasaran utama pemberitaan dan kritik, sementara oknum yang melakukan pelanggaran justru luput dari sorotan.
“Pemkot-nya dihantam, sementara pelaku tindak pidananya atau pelaku keresahan masyarakatnya justru adem-adem. Dia menikmatinya,” katanya.
Ia menggambarkan situasi itu sebagai ironi. Di satu sisi, pemerintah ditekan untuk bertindak cepat dan tegas. Di sisi lain, pelaku jukir liar di lapangan merasa aman karena sorotan lebih banyak tertuju pada institusi.








