PALANGKA RAYA, Kalimantanlive.com – Terobosan baru dilakukan Universitas Muhammadiyah Palangka Raya atau UMPR dengan menyiapkan tenaga ahli pratama pertanian siap pakai.
Universitas Swasta terkemuka di Kalimantan Tengah ini segera mencetak sebanyak 2000 hingga 3000 orang pemuda dan pemudi Bumi Tambun Bungai yang memiliki sumber saya manusia yang unggul dalam bidang pertanian.
Program Diploma 1 bidang Pertanian dan Agroforestry akan dibuka UMPR yang dirancang sebagai pendidikan vokasional selama dua semester atau satu tahun dengan pendekatan praktis dan berbasis kebutuhan lapangan.
Hal itu diungkapkan Rektor UMPR Dr Muhamad Yusuf, S.Sos., M.A.P, saat menggelar Jumpa Pers di Kampus I UMPR di Jalan RTA Milono Palangka Raya, Senin (23/2/2026).
Saat Jumpa Pers, dia didampingi, Wakil Rektor 3 UMPR, Guntur, Direktur Kerjasama dan Urusan Internasional (KUI), Rakhdinda Dwi Artha Qairi MAP dan Direktur Direktorat Administrasi Kemahasiswaan dan Alumni UMPR, Miftahurrizqi, MKom.
Dalam kesempatan tersebut, M Yusuf panggilan akrabnya, mengngkapkan, terkait pencapaian dan program UMPR yang sudah dilaksanakan dan yang akan dilaksanakan ke depan.
Salah satu program terbaru yang dilaksanakan yakni menyiapkan Pembangunan Kampus Akademi Komunitas Program D1 Pertanian dan Agroforestry yang metodenya dosen turun langsung ke lapangan untuk mengajak pemuda dan pemudi Kalteng ikut program tersebut.
Ini kata dia, untuk menggugah pemuda dan pemudi yang ada di daerah Kalteng agar menjadi tenaga ahli pratama pertanian yang siap pakai dalam rangka mendukung program food estate yang dikembangkan di Bumi Tambun Bungai.
Rektor UMPR ini mengungkapkan, dalam tahun 2026 ini, pihaknya dipercaya untuk menjalankan program Gubernur Kalteng, H Agustiar Sabran agar membuka program vokasi siap pakai untuk Diploma 1 tersebut.
“Nantinya lulusan SLTA sederajat sudah punya kualifikasi pendidikan tinggi setara Diploma 1. Sehingga sekitar 2000 hingga 3000 orang akan diarahkan untuk ikut program kuliah D1 Pertanian dan Agroforestry itu,” ungkapnya.
Dikatakan M Yusuf, pihaknya telah mengkonsultasikan hal tersebut dengan Kementerian Pendidikan dalam rangka memfasilitasi program Gubernur Kalteng tersebut.
“Kementerian Pendidikan dan Majelis Tinggi Muhammdiyah memberikan informasi kepada UMPR untuk membuka Kampus Baru yakni Akademi Komunitas Muhammadiyah Palangka Raya,” ungkapnya.
Saat ini kata dia, rencana pembukaan Kampus Akademi Komuniats Muhammadiyah tersebut masih berproses dan nantinya kalangan pemuda Kalteng lulusan SLTA sederajat akan direkrut.
Mereka nantinya akan ditampung untuk didik untuk menjadi ahli pratama pertanian yang siap pakai melalui program belajar 40 persen teori dan 60 persen praktek lapangan.
Lebih jauh Yusuf mengungkapkan, model pembelajaran yang akan diberikan dengan cara mobile, baik yang ada di Kota Palangka Raya maupun yang tinggal di daerah atau kabupaten.
“Dalam pelaksaanaanya nanti, kami akan melibatkan fraktisi untuk membantu mengajar termasuk fraktisi komunikasi. Karena mahasiswa yang masuk program ini disipkan sebagai tenaga kerja siap pakai,” katanya.
Lebih jauh dijelaskan dia, para mahasiswa yang akan masuk program tersebut kulifikasinya akan setara dengan sekolah-sekolah pendidikan tinggi ternama yang ada di Indonesia.








