“Jadi hasil pelatihan 15 ribu tenaga terampil ini dapat ditelusuri berdasarkan jenis pelatihan, tahun pelaksanaan, sumber pendanaan, hingga status penempatan kerja,” jelasnya.
SmartNaker ini dengan data berbasis NIK, sehingga riwayat pelatihan setiap individu dapat tercatat secara akurat, terintegrasi dan tidak tumpang tindih.
Sistem ini menjadi langkah strategis untuk mendukung pencapaian target program mencetak 15 ribu tenaga terampil yang merupakan salah satu program prioritas Bupati dan Wakil Bupati Tabalong.
“Sistem ini juga akan terhubung dengan Command Center Tabalong, sehingga data statistik ketenagakerjaan, capaian 15.000 tenaga kerja terampil, tingkat partisipasi pelatihan serta serapan tenaga kerja dapat dimonitor secara real time oleh pimpinan daerah,” ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Tabalong, H Muhammad Noor Rifani mengatakan, peluncuran aplikasi SmartNaker merupakan wujud nyata implementasi visi Tabalong Smart.
“Kita ingin menghadirkan tata kelola ketenagakerjaan yang modern, berbasis digital, transparan, dan terintegrasi,” katanya.
Menurutnya, aplikasi berbasis website ini menjadi platform terintegrasi yang memfasilitasi pendaftaran pelatihan, monitoring peserta hingga evaluasi program secara digital.
“Dengan sistem yang terhubung secara vertikal dan horizontal antar instansi untuk memastikan bahwa proses pelatihan tenaga kerja berjalan lebih transparan, efektif dan terukur,” ujar Bupati H Fani.
Kalimantanlive.com/ A Hidayat







