DIHANTAM SANKSI, Iran Justru Temukan Cadangan Emas Raksasa! Tambang Shadan Diklaim Simpan 61 Juta Ton Bijih

TEHERAN, KALIMANTANLIVE.COM – Di tengah tekanan ekonomi berkepanjangan, Iran mengumumkan penemuan cadangan emas dalam jumlah besar pada Desember 2025. Deposit baru tersebut berada di tambang Shadan, Provinsi Khorasan Selatan, wilayah timur negara itu.

Pengumuman awal disampaikan media lokal dan kemudian divalidasi secara resmi oleh Kementerian Perindustrian, Pertambangan, dan Perdagangan Republik Islam Iran. Temuan ini disebut sebagai salah satu deposit emas terbaru terbesar di negara tersebut.

# Baca Juga :Karyawan BUMN Digerebek Ngamar Bareng ASN Guru, Istri Bongkar Dugaan Perselingkuhan hingga Libatkan Polisi

# Baca Juga :MENCEKAM! Gempa Dahsyat M7,1 Guncang Sabah Tengah Malam, Getarannya Terasa hingga Kaltara

# Baca Juga :RESMI! BI Tambah Kuota & Percepat Jadwal Tukar Uang Baru Lebaran 2026, Simak Cara Daftarnya di PINTAR

# Baca Juga :DERBY LONDON MEMBARA! Arsenal Hancurkan Spurs 4-1, Jarak dengan Man City Kembali Melebar

Simpan Puluhan Juta Ton Bijih Emas

Berdasarkan laporan resmi, struktur urat baru di Shadan diperkirakan mengandung sekitar 7,95 juta ton bijih emas oksida dan 53,1 juta ton bijih emas sulfida. Secara total, cadangan tersebut melampaui 61 juta ton bijih emas.

Bijih emas oksida dikenal lebih mudah dan relatif lebih murah untuk ditambang. Sementara itu, bijih sulfida memerlukan metode ekstraksi yang lebih kompleks serta investasi teknologi yang lebih tinggi.

Strategi Hadapi Tekanan Ekonomi

Penemuan ini terjadi saat Iran masih menghadapi dampak sanksi internasional, terutama dari Amerika Serikat dan sekutunya. Tekanan tersebut memicu volatilitas ekonomi, termasuk depresiasi nilai rial dan inflasi tinggi.

Pejabat bank sentral Iran, Yekta Ashrafi, menilai ekspansi cadangan emas nasional merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan ekonomi di tengah tekanan eksternal.

Emas dinilai menjadi instrumen lindung nilai yang penting, baik bagi pemerintah maupun masyarakat, dalam menghadapi ketidakstabilan mata uang dan lonjakan harga.