JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Kebiasaan kembali tidur setelah sahur ternyata menyimpan risiko kesehatan yang tidak boleh dianggap sepele. Pakar kesehatan dari Universitas Muhammadiyah Surabaya, Dede Nasrullah, mengingatkan bahwa tubuh memerlukan waktu sekitar tiga jam untuk mencerna makanan secara optimal.
Menurutnya, ketika seseorang langsung berbaring atau tertidur usai makan, proses pencernaan bisa terganggu. Saat tidur, sebagian besar fungsi tubuh melambat, sementara sistem pencernaan masih bekerja. Kondisi ini berpotensi memicu berbagai gangguan kesehatan.
#baca juga:Saat Tertidur Pules di Pondok Tambang Emas Tanbu, Polisi Bekuk Buronan Paling Dicari Aparat Kalteng
#baca juga:Gunung Api ‘Tidur’ 12.000 Tahun di Ethiopia Meletus Dahsyat, Abu Terbang hingga 4 Negara
#baca juga:Tidur Nyenyak Tanpa Alat Bantu, Rahasianya Ada di Pola Makan Sehari-hari
Berikut lima dampak yang perlu diwaspadai:
1. Refluks Asam Lambung (GERD)
Tidur setelah sahur dapat memicu naiknya asam lambung ke kerongkongan atau yang dikenal sebagai Gastroesophageal Reflux Disease. Saat tubuh dalam posisi berbaring, katup lambung lebih mudah terbuka sehingga asam lambung mengalir kembali ke atas. Gejalanya meliputi sensasi panas di dada, mual, hingga rasa pahit di mulut.
Untuk mencegahnya, disarankan memberi jeda minimal tiga jam sebelum kembali tidur agar makanan tercerna dengan baik.
2. Penumpukan Lemak
Kalori dari makanan sahur seharusnya digunakan sebagai sumber energi. Namun, jika langsung tidur, energi tersebut tidak terbakar dan justru berpotensi tersimpan sebagai lemak. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini bisa memicu kenaikan berat badan.
3. Risiko Penyakit Kardiovaskular
Mengonsumsi makanan berat lalu langsung beristirahat dapat menyebabkan tekanan darah meningkat. Jika terjadi berulang dan dalam waktu lama, kondisi ini berisiko memicu penyakit kardiovaskular seperti jantung koroner, serangan jantung, hingga stroke.
4. Stroke
Saat sistem pencernaan bekerja keras, aliran darah lebih terfokus ke organ tersebut. Jika kebiasaan tidur setelah sahur dilakukan terus-menerus, suplai oksigen ke otak dapat terganggu dalam jangka panjang dan meningkatkan risiko gangguan pembuluh darah otak.
5. Sembelit
Proses pengosongan lambung membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga jam setelah makan. Posisi berbaring dapat memperlambat proses ini dan memicu konstipasi atau kesulitan buang air besar.







