BANJARMASIN, Kalimantanlive.com – Sejumlah kepala SKPD lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama para asisten, staf ahli, dan tenaga ahli gubernur mengikuti kegiatan tadarusan Al-Qur’an di kediaman pribadi Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, di Jalan Lingkar Dalam Selatan, Kota Banjarmasin, Sabtu (21/2/2026) malam.
Kegiatan tadarusan tersebut dipimpin oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin, yang mewakili Gubernur H. Muhidin karena tengah menunaikan ibadah umrah di Mekkah.
BACA JUGA: Muhidin Tegaskan SKPD Kalsel Harus Serius Serap Anggaran Sejak Awal Tahun
Tadarusan Al-Qur’an ini merupakan agenda rutin selama bulan Ramadan yang diikuti secara bergiliran oleh para pimpinan SKPD di lingkungan Pemprov Kalsel. Hadir dalam kesempatan tersebut antara lain Ahmad Bagiawan (Kadis Perdagangan), Adi Santoso (Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Politik dan Hukum), Fahrurrazi (Kepala Biro Kesra), Irfan Sayuti (Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi), dr. Among Wibowo (Dirut RSUD Ulin Banjarmasin), Dany Metera Saputra (Kasat Satpol PP), H. Thaufik Hidayat (Kepala Brida Kalsel), Jaini (Sekretaris DPRD), Faried Fakhmansyah (Kepala BPSDMD), drg. Mashuda (Direktur RSGM), M. Habibie (Tenaga Ahli Gubernur), serta pejabat lainnya.
Program tadarusan ini digagas oleh Gubernur H. Muhidin sejak Ramadan 1446 Hijriah tahun lalu. Sejak saat itu, kegiatan pembacaan Al-Qur’an bersama menjadi salah satu agenda keagamaan yang konsisten dilaksanakan di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
Dalam pelaksanaannya, para pimpinan SKPD, asisten, staf ahli, hingga tenaga ahli gubernur membaca Al-Qur’an secara bergiliran. Bacaan mereka dikoreksi langsung oleh ustadz maupun santri dari pondok tahfiz yang didatangkan khusus setiap malam untuk memastikan tajwid dan pelafalan berjalan dengan baik.
Kegiatan yang dilaksanakan usai Salat Isya dan Tarawih berjamaah ini bertujuan mempererat kebersamaan dan silaturahmi di antara para pejabat Pemprov Kalsel. Selain itu, tadarusan diharapkan dapat meningkatkan ketakwaan serta menjadi momentum refleksi spiritual bagi para pimpinan daerah.







