JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Maskapai regional Wings Air memperkuat konektivitas udara di Kalimantan Tengah dengan menambah jaringan penerbangan intra Kalimantan. Langkah ini ditujukan untuk mendukung mobilitas masyarakat, pelaku usaha, hingga wisatawan, sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.
Corporate Communications Strategic Wings Air, Danang Mandala Prihantoro, menyampaikan bahwa penguatan jaringan ini akan membuat perjalanan antarkabupaten/kota semakin efisien dan terintegrasi.
#baca juga:JANGAN LANGSUNG TIDUR! Ini 5 Risiko Serius Jika Rebahan Setelah Sahur Menurut Ahli
#baca juga:PESTA DI OLIMPICO! Roma Gilas Cremonese 3-0, Samai Poin Napoli di Papan Atas Serie A
Menurutnya, konektivitas udara yang semakin solid menjadikan Kalimantan Tengah tidak hanya lebih dekat secara geografis, tetapi juga semakin siap mendorong percepatan pembangunan dan integrasi ekonomi regional.
Jaringan Penerbangan Terstruktur di Kalteng
Kini sejumlah bandara utama di Kalimantan Tengah terhubung dalam pola rute berkelanjutan, yakni:
Bandar Udara Haji Muhammad Sidik (Muara Teweh/HMS)
Bandar Udara Tjilik Riwut (Palangkaraya/PKY)
Bandar Udara Haji Asan (Sampit/SMQ)
Bandar Udara Iskandar (Pangkalan Bun/PKN)
Skema konektivitas membentuk jalur Muara Teweh ⇄ Palangkaraya ⇄ Sampit ⇄ Pangkalan Bun ⇄ Ketapang. Dengan pola ini, perjalanan udara tidak lagi berdiri sendiri, melainkan saling terhubung untuk memangkas waktu tempuh yang sebelumnya didominasi jalur darat.
Mulai Berlaku 10–11 Maret 2026
Mulai 10 Maret 2026, Wings Air mengoperasikan:
Rute Sampit – Banjarmasin (PP)
Beroperasi setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu.
Rute Sampit – Surabaya (PP)
Beroperasi setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu.
Sehari setelahnya, 11 Maret 2026, jaringan intra Kalimantan Tengah yang menghubungkan Palangkaraya, Muara Teweh, Sampit, Pangkalan Bun hingga Ketapang akan terbang rutin setiap Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu.
Kemudahan juga diperluas melalui layanan pemesanan tiket, akomodasi, serta check-in daring via aplikasi BookCabin.







