“Nah, barcode-nya sama, cuma mobilnya beda,” jelasnya.
Saat dikonfirmasi, pelaku justru mengintimidasi petugas dan mengklaim kendaraan tersebut milik seorang jenderal.
“Dia bilang, ‘Kamu tahu enggak ini barcode-nya jenderal?’,” ujar Lukman.
Terjadi Aksi Kekerasan
Lukman menegaskan, pihaknya hanya menjalankan SOP Pertamina. Kendaraan dengan data barcode yang tidak sesuai memang tidak diperbolehkan mengisi Pertalite.
Namun, pelaku tetap emosi dan diduga mulai melakukan tindakan kekerasan.
“Staf saya didorong, dibenturkan ke mobil Alphard-nya. Saya dengar ada perempuan di dalam mobil bilang, ‘Jangan kayak gitu’. Enggak lama staf saya ditampar,” ungkapnya.
Akibat kejadian tersebut, para korban mengalami luka memar di wajah dan satu korban dilaporkan mengalami gigi copot.
Dilaporkan ke Polisi dan Propam Turun Tangan
Pihak SPBU telah melaporkan dugaan penganiayaan tersebut ke Polsek Pulogadung pada Senin pagi sekitar pukul 09.00 WIB.
“Tadi pagi langsung melapor ke polsek. Dari Propam Polda Metro Jaya juga sudah datang ke sini, minta keterangan terkait video tersebut,” kata Mukhlisin.
Kasus ini kini dalam penanganan aparat kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut terkait dugaan penganiayaan serta klaim pelaku yang mengaku sebagai anggota polisi.
(kalimantanlive.com/sumber lainnya)
editor : TRI







