JAKARTA, Kalimantanlive.com – Film Sinners garapan sutradara Ryan Coogler mencetak sejarah dalam ajang BAFTA Film Awards 2026. Karya tersebut menjadi film arahan sutradara berkulit hitam dengan perolehan penghargaan terbanyak dalam sejarah ajang penghargaan film bergengsi Inggris tersebut.
Dalam perhelatan BAFTA ke-79 yang digelar di London, Inggris, Minggu (22/2) waktu setempat, Sinners yang masuk dalam 13 nominasi berhasil membawa pulang tiga piala topeng perunggu. Capaian itu menandai tonggak penting dalam industri perfilman global.
BACA JUGA: Film Live-Action The Legend of Zelda Masuk Kesepakatan Streaming Sony–Netflix
Berdasarkan laporan media internasional, film tersebut meraih penghargaan untuk kategori Skenario Orisinal Terbaik, Musik Orisinal Terbaik, serta Aktris Pendukung Terbaik yang dimenangkan oleh Wunmi Mosaku.
Coogler (39) juga mencatat sejarah sebagai sutradara berkulit hitam pertama yang memenangkan kategori Skenario Orisinal Terbaik di ajang BAFTA. Dalam pidatonya, ia menyampaikan apresiasi kepada komunitas yang telah mendukung perjalanan kariernya di dunia perfilman.
“Mereka membuat saya percaya bahwa saya bisa melakukan ini, bahwa saya bisa menjadi seorang penulis. Sungguh luar biasa diterima di komunitas aktor film dan komunitas Los Angeles,” ujar Coogler dalam pidato penerimaannya.
Sebelum Sinners, film 12 Years a Slave karya Steve McQueen menjadi film arahan sutradara berkulit hitam dengan raihan penghargaan terbanyak di BAFTA. Pada 2014, film tersebut memenangkan dua kategori, termasuk Film Terbaik dan Aktor Utama Terbaik untuk Chiwetel Ejiofor.
Film Sinners mengisahkan Smoke dan Stack—keduanya diperankan oleh Michael B. Jordan—saudara kembar asal Clarksdale, Mississippi, yang kembali ke kampung halaman setelah lama bekerja dengan mafia di Chicago. Mereka berupaya membuka klub malam sebagai awal baru dalam hidup mereka.







