Satgas Militer AS Berperan di Balik Tewasnya El Mencho, Bos Kartel Paling Diburu di Meksiko

Brigadir Jenderal AS Maurizio Calabrese, yang memimpin gugus tugas tersebut, menjelaskan bahwa militer AS memanfaatkan pengalaman dalam memerangi kelompok seperti Al Qaeda dan ISIS untuk memetakan jaringan kartel.

“Kartel beroperasi secara berbeda dari Al Qaeda atau ISIS. Mereka memiliki motivasi yang berbeda, sehingga identifikasi seluruh jaringan menjadi sangat penting agar kami dapat mengganggu dan membubarkannya,” kata Calabrese kepada Reuters.

Ia memperkirakan ada beberapa ratus anggota inti kartel di tingkat pimpinan. Namun, terdapat sekitar 200.000 hingga 250.000 kontraktor independen yang membantu distribusi narkoba.

Status Organisasi Teroris Buka Peluang Bantuan Militer

Jack Riley, mantan pejabat senior di Badan Penegakan Narkoba (DEA), menyebut penetapan kartel Meksiko sebagai organisasi teroris oleh Trump tahun lalu membuka peluang baru bagi keterlibatan militer AS.

Menurutnya, kebijakan tersebut memungkinkan peningkatan dukungan dalam bentuk intelijen, pengawasan, dan pengintaian militer.

“Kemampuan pengawasan kami mungkin tidak terbatas, dan itu akan sangat membantu dalam hal real-time,” ujarnya.

Meski demikian, Riley mengingatkan bahwa jaringan kartel sangat lihai dalam menyamarkan operasi mereka.

“Orang-orang ini sangat piawai menutupi jejak, menyembunyikan siapa yang bertanggung jawab dan di mana mereka berada,” katanya.

Kematian El Mencho menjadi babak baru dalam perang melawan kartel narkoba di Meksiko, sekaligus menandai meningkatnya kerja sama intelijen antara Amerika Serikat dan Meksiko dalam menghadapi ancaman lintas negara.

(kalimantanlive.com/sumber lainnya)

editor : TRI