SAMARINDA, Kalimantanlive.com – Bertepatan 1 tahun kepemimpinan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud – Wakil Gubernur Seno Aji, diwarnai aksi demo ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (Aliansi Geram) di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Jalan Gajah Mada, Senin (23/2/2026).
Dalam kesempatan itu, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud yang menerima kehadiran mahasiswa secara langsung, sempat membandingkan program GratisPol Pendidikan yang akan berjalan di tahun kedua masa pemerintahannya, dengan Beasiswa Kalimantan Timur (BKT) era Isran Noor – Hadi Mulyadi.
Dengan setelan jas hitam, dari biru muda dan sepatu mengkilat, ia duduk bersila bersama mahasiswa, menciptakan suasana yang lebih akrab dan santai. Harum, sapaan akrab Rudy Mas’ud pun membuka perbincangan dengan menanyakan langsung data dan pengalaman mahasiswa terkait program beasiswa yang mereka terima.
“Adik-adik semua, ada yang punya data tentang berapa jumlah mahasiswa yang sudah mendapatkan manfaat Beasiswa Kaltim atau program GratisPol?,” tanya Gubernur Rudy.
Sejumlah mahasiswa menyampaikan bahwa banyak yang menerima bantuan GratisPol, dan mereka meminta transparansi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim. Karena beberapa kasus ditemukan mahasiswa yang dikabarkan tidak lolos seleksi meski memenuhi syarat administrasi.
Gubernur Kaltim yang akrab disapa Gubernur Harum kemudian menjelaskan capaian program GratisPol secara rinci di tahun 2025, sekaligus membandingkan skala dan cakupan BKT era kepemimpinan Isran Noor – Hadi Mulyadi dengan program GratisPol yang akan berjalan di tahun kedua kepemimpinannya.







