“Beasiswa Kaltim Tuntas tahun kedua (2020), tidak lebih dari 5.000 penerima. Sedangkan program GratisPol 2025, meski baru berjalan pertengahan tahun anggaran, menjangkau 24.890 mahasiswa,” bebernya.
Jika dilihat berdasarkan data dari Pemprov Kaltim, Beasiswa Kaltim Tuntas dan Stimulan di era Isran – Hadi selama lima tahun terakhir (2019-2023), menyalurkan total Rp1,01 triliun untuk 69.631 mahasiswa, dengan rincian BKT Tuntas Rp743,6 miliar (25.358 penerima) dan BKT Stimulan Rp268,6 miliar (44.273 penerima).
Adapun rincian program BKT Tuntas, antara lain; 2019 – Rp118.740.557.300 (3.978 penerima); 2020 – Rp115.926.751.755 (4.386 penerima); 2021- Rp107.292.222.010 (3.368 penerima); 2022 – Rp190.542.109.250 (6.556 penerima); 2023 – Rp211.104.226.755 (7.070 penerima).
Sementara rincian program BKT Stimulan, yakni; 2019 – Rp13.235.500.000 (2.320 penerima); 2020 – Rp21.058.400.000 (5.148 penerima); 2021 – Rp38.274.853.000 (5.899 penerima); 2022 – Rp73.543.060.000 (11.535 penerima); 2023 – Rp122.486.635.000 (19.371 penerima).
Ia kemudian memaparkan bahwa program GratisPol tahun 2026 menargetkan 158.981 mahasiswa dengan anggaran Rp1,38 triliun. Program ini mencakup mahasiswa S1 hingga S3, termasuk mereka yang berasal dari luar daerah maupun luar negeri, tanpa membeda-bedakan gender, agama, atau status ekonomi.
“Semua mahasiswa Kaltim yang memiliki KTP dan berdomisili minimal tiga tahun berhak mendapatkan bantuan ini,” bebernya.









