Tragis! Jalan Rusak Parah, Jenazah Warga Seko Luwu Utara Diusung 50 Km karena Ambulans Tak Bisa Melintas

Setelah menempuh perjalanan puluhan kilometer, jenazah Ester akhirnya tiba di kampung halaman pada Senin (23/2/2026) tengah malam.

Akses Jalan ke Seko Bertahun-Tahun Rusak

Kecamatan Seko dikenal sebagai wilayah pedalaman yang sulit dijangkau. Wilayah ini berada di dataran tinggi pegunungan, sekitar 126 kilometer dari ibu kota Kabupaten Luwu Utara, Masamba.

Keluhan terkait infrastruktur jalan menuju Seko bukanlah hal baru. Jalur yang menghubungkan Sabbang dan Seko telah lama dikeluhkan warga karena rusak parah dan sulit dilalui, khususnya saat musim hujan.

Selama lebih dari satu dekade, kondisi jalan tanah yang berubah menjadi kubangan lumpur kerap menyulitkan warga. Tidak jarang pengguna jalan terpaksa bermalam di tengah perjalanan karena kendaraan tidak mampu melanjutkan perjalanan.

Sejumlah aspirasi telah disampaikan warga melalui musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) hingga media sosial. Namun, perbaikan signifikan dinilai belum terealisasi.

Desa-desa di Kecamatan Seko masih bergantung pada jalan tanah dengan kondisi memprihatinkan. Perjalanan yang seharusnya dapat ditempuh dalam beberapa jam, kerap memakan waktu lebih dari satu hari akibat medan rusak dan ekstrem.

Peristiwa serupa juga pernah terjadi pada Juli 2023, ketika seorang pendeta yang meninggal dunia harus ditandu puluhan kilometer karena ambulans tidak mampu menembus akses jalan yang rusak.

Kisah ini kembali menyoroti urgensi pembangunan infrastruktur di wilayah terpencil agar masyarakat tidak lagi menghadapi kesulitan serupa, terutama dalam situasi darurat dan kemanusiaan.

(kalimantanlive.com/sumber lainnya)

editor : TRI