JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Nilai tukar rupiah dibuka melemah pada perdagangan Rabu pagi di tengah sikap hati-hati investor menjelang pidato Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Pada pembukaan perdagangan di Jakarta, rupiah terkoreksi 19 poin atau 0,11 persen ke level Rp16.848 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya Rp16.829 per dolar AS.
# Baca Juga :UPDATE HARGA EMAS 25 Februari 2026: UBS Tembus Rp3,099 Juta per Gram, Galeri24 Rp3,085 Juta, Cek Rincian Terbarunya!
# Baca Juga :RUPIAH TERTEKAN! Nilai Tukar Melemah ke Rp 16.385 per Dolar AS, Ini Daftar Kurs di 5 Bank Besar
# Baca Juga :Pertamina Tambah 25 Titik Setor Minyak Jelantah, Tukar Limbah Jadi Saldo Rupiah
# Baca Juga :Jelang Hari Raya Idulfitri 1445 H, Lapak Jasa Pertukaran Uang Raup Untung Jutaan Rupiah
Investor Tunggu Arah Kebijakan AS
Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi sentimen global, khususnya menjelang pidato Kenegaraan (State of the Union/SOTU) Presiden Trump.
“Pelaku pasar memantau dengan cermat potensi perkembangan kebijakan perdagangan Amerika Serikat dan langkah lanjutan di Timur Tengah,” ujar Josua di Jakarta, Rabu.
Mengutip laporan Xinhua, Trump dijadwalkan menyampaikan pidato SOTU pada Selasa malam waktu AS. Pidato tersebut diperkirakan akan menyoroti capaian pemerintahannya sejak kembali menjabat untuk periode kedua.
Ini menjadi pidato kenegaraan pertama Trump sejak kembali menduduki kursi presiden. Sebelumnya, pada Maret 2025, Trump sempat berpidato di hadapan sidang gabungan Kongres, namun belum berstatus resmi sebagai pidato kenegaraan karena berlangsung tidak lama setelah pelantikan.







