Sementara itu, Wakil Bupati Balangan, H Akhmad Fauzi, menyampaikan apresiasi kepada BPOM RI melalui Balai POM di Tabalong atas pelaksanaan advokasi tersebut sebagai bagian dari dukungan terhadap program nasional keamanan pangan.
Ia menyebut, keamanan pangan menjadi faktor penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas, terutama dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
BACA JUGA: Kementerian LH Lakukan Survei Lokasi Kantor Brigade Karhutla di Balangan
“Jadi ada tiga program yang dijalankan, yaitu Desa Pangan Aman, Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas, Sekolah dengan Pembudayaan Keamanan Pangan,” ungkapnya.
“Dengan tiga program nasional ini, kita ingin agar generasi muda terhindar dari pangan berbahaya, sehingga produktif di masa depan,” tambahnya.
Wakil Bupati juga menekankan bahwa dampak pangan berbahaya sering kali tidak langsung terlihat, namun dapat berpengaruh terhadap kesehatan dalam jangka panjang.
Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi kepada seluruh pihak, mulai dari masyarakat, pedagang, produsen, hingga distributor.
Ia pun mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersinergi dalam mendukung program keamanan pangan guna menciptakan masyarakat yang sehat, meningkatkan kualitas hidup, serta memperkuat kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Balangan.
Kalimantanlive.com/Kamil









