JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Pebalap rookie MotoGP 2026, Toprak Razgatlioglu, mendapat dukungan moral dari Fabio Quartararo pada hari terakhir tes pramusim di Sirkuit Buriram, Thailand. Pembalap berjuluk El Turco itu mengalami masa sulit dalam adaptasinya di kelas premier.
Pada tes pramusim MotoGP 2026 di Buriram, Toprak hanya menempati posisi ke-21 dan tertinggal 2,1 detik dari pebalap tercepat, Marco Bezzecchi. Hasil tersebut menjadi tantangan berat bagi juara bertahan World Superbike (WSBK) yang sebelumnya hampir selalu berada di barisan depan.
# Baca Juga :Jorge Lorenzo Prediksi Marc Marquez Punya 75 Persen Peluang Juara Dunia MotoGP 2026
# Baca Juga :Tolak Gresini Ducati, Alex Rins Pilih Honda, Keputusan yang Ubah Arah Karier di MotoGP
# Baca Juga :Davide Tardozzi Optimistis Francesco Bagnaia Kembali Dominan di MotoGP 2026
# Baca Juga :BURSA MOTOGP MEMANAS! Pedrosa Isyaratkan Acosta ke Ducati, Pergerakan Pembalap Diprediksi Liar
Quartararo Beri Dukungan Mental
Fabio Quartararo terlihat berbincang dengan Toprak di garasi Yamaha. Usai sesi, El Diablo mengungkapkan isi percakapannya.
“Secara mental ini sulit baginya, karena dia selalu berada di tiga besar di Superbike. Saya melihat dia benar-benar putus asa. Dia datang saat Yamaha sedang dalam momen tersulit, dan di tahun pertamanya dia juga harus beradaptasi dengan produsen ban berbeda,” ujar Quartararo, dikutip dari Crash.
Rider Monster Energy Yamaha itu menegaskan bahwa situasi seperti ini wajar bagi pebalap yang baru masuk MotoGP.
“Saya hanya mengatakan bahwa normal berada dalam posisi seperti ini ketika baru tiba. Kita semua pernah mengalaminya. Dia hanya butuh waktu untuk merasa lebih cepat dan nyaman di atas motor,” tambahnya.
Quartararo berharap kata-kata sederhana tersebut bisa membantu membangkitkan semangat Toprak.
Toprak: Jangan Terburu-buru
Toprak pun membenarkan nasihat yang ia terima dari Quartararo.
“Kami berbicara tentang musim ini. Saya masih belajar. Dia bilang jangan terburu-buru. Yamaha juga masih berkembang. Jadi saya harus beradaptasi dengan ban,” kata Toprak.
Pembalap Pramac Yamaha itu mengakui dirinya kerap merasa frustrasi karena catatan waktu tak kunjung membaik.
“Saya selalu memikirkan setiap tikungan dan berusaha melakukan yang terbaik, tapi lap time bagus belum datang. Jadi kadang saya merasa sedih,” ujarnya.
Proses Adaptasi Masih Berjalan
Toprak menyadari bahwa perpindahan dari WSBK ke MotoGP membutuhkan proses. Spesifikasi motor dan karakter ban yang berbeda menjadi tantangan utama.
Meski belum menunjukkan hasil maksimal, ia merasa sudah menemukan beberapa solusi, terutama dalam mengatasi selip roda saat keluar tikungan.






