JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Rencana impor 105.000 unit mobil pikap dari India oleh PT Agrinas Pangan Nusantara menjadi sorotan. Salah satu alasan utama langkah ini adalah harga yang dinilai jauh lebih kompetitif dibandingkan model sekelas di pasar nasional.
Direktur Utama Agrinas, Joao Angelo De Sousa Mota, menyebut kendaraan yang akan didatangkan memiliki spesifikasi penggerak 4×4 dengan banderol sekitar setengah harga kompetitor yang saat ini beredar di Indonesia.
# Baca Juga :Aturan Baru Asesmen Nasional 2026 Resmi Terbit, Ini Perubahan Penting yang Wajib Dipahami Siswa dan Guru
# Baca Juga :Juventus Putuskan Nasib Luciano Spalletti Usai Tersingkir dari Liga Champions, Tetap Dipertahankan, atau?
# Baca Juga :Drawing 16 Besar Belum Digelar, Thibaut Courtois Yakin Real Madrid Bakal Jumpa Man City
# Baca Juga :PSG Lolos Dramatis, Atalanta Bangkit Heroik – Hasil Lengkap Play-off Liga Champions 2025-2026
Menurutnya, strategi ini bertujuan menghadirkan nilai beli yang lebih rasional bagi konsumen, terutama untuk mendukung operasional Koperasi Merah Putih.
Perbandingan Harga: India vs Jepang
Di segmen pikap 4×4 double cabin, pasar Indonesia saat ini diisi oleh beberapa model dari pabrikan Jepang.
Toyota Hilux 4×4: dibanderol mulai Rp 456,3 juta hingga Rp 545,9 juta.
Mitsubishi Triton 4×4: dipasarkan dari kisaran Rp 380 jutaan sampai Rp 550 jutaan.
Keduanya dikenal sebagai pemain kuat di segmen kendaraan niaga ringan berpenggerak empat roda.
Sementara itu, pikap asal India seperti Mahindra Scorpio Pik-Up sudah lebih dulu masuk pasar Indonesia melalui RMA Group Indonesia sejak 2019.
Berdasarkan informasi dari laman resmi Mahindra Indonesia:
Scorpio Single Cabin: Rp 278 juta
Scorpio Double Cabin: Rp 318 juta
Harga tersebut memang terpaut cukup jauh dibandingkan model Jepang di kelas 4×4.
Model lain seperti Tata Yodha dan Tata Ultra T.7 juga didatangkan dari India. Namun, di Indonesia keduanya tidak tercantum dalam daftar harga resmi Tata Motors Indonesia. Di pasar India, banderolnya disebut berada di kisaran Rp 300 jutaan (konversi kurs).
Spesifikasi Jadi Daya Tarik
Pickup yang akan diimpor Agrinas disebut memiliki konfigurasi 4×4, sehingga secara spesifikasi menyasar segmen serupa dengan Hilux dan Triton. Jika klaim harga “setengah dari kompetitor” terealisasi, maka banderolnya berpotensi berada di kisaran Rp 200–300 jutaan, tergantung tipe dan fitur.
Strategi ini dipandang menarik untuk kebutuhan operasional skala besar karena efisiensi biaya pengadaan unit.










