KALIMANTANLIVE.COM – Ambisi besar langsung dipancarkan Maarten Paes di awal petualangannya bersama raksasa Eredivisie, Ajax Amsterdam. Kiper Timnas Indonesia itu menegaskan targetnya bukan cuma mengamankan posisi utama di bawah mistar, tetapi juga menjadi figur pemimpin di ruang ganti De Godenzonen.
Penjaga gawang berusia 27 tahun tersebut resmi bergabung pada deadline day bursa transfer musim dingin 2026. Ajax menebusnya dari FC Dallas dengan nilai transfer 1,25 juta euro (sekitar Rp29,7 miliar).
# Baca Juga :Resmi Berseragam Ajax, Maarten Paes Buka Suara: Mimpi Sejak Kecil Akhirnya Jadi Nyata
# Baca Juga :RUMOR PANAS PERSIB! Maarten Paes Diisukan Merapat ke Bandung, Pengamat Tegaskan MLS Masih Lebih Ideal
# Baca Juga :Maarten Paes Gagalkan Rekor Tak Terkalahkan Inter Miami, Lionel Messi Hanya Bisa Meringis di Tribun!
# Baca Juga :Hasil Kualifikasi Piala Dunia 2026, Maarten Paes Tampil Gemilang, Indonesia Tahan Imbang Australia 0-0
Kedatangannya tak lepas dari hengkangnya kiper senior Remko Pasveer yang memilih melanjutkan karier ke Heracles Almelo. Situasi tersebut membuka pintu bagi Paes untuk pulang ke Belanda dan memulai babak baru dalam kariernya.
Tak Ingin Hanya Jadi Kiper Utama
Meski peluang terbuka, Paes tidak serta-merta langsung mengunci posisi starter. Ia bahkan harus menunggu hampir tiga pekan sebelum akhirnya menjalani debut bersama De Amsterdammers.
Namun bagi Paes, menjadi pilihan utama hanyalah langkah awal.
Mantan kiper FC Utrecht dan NEC Nijmegen itu menegaskan dirinya ingin membawa pengaruh lebih besar, baik di dalam maupun luar lapangan.
Pengalaman di MLS bersama FC Dallas menjadi modal penting. Di sana, ia sempat dipercaya sebagai kapten dan belajar mengambil tanggung jawab sebagai figur sentral tim.
“Sejak hari pertama, saya menunjukkan kehadiran saya dalam rapat, sesi latihan, dan pertandingan. Di Dallas saya belajar banyak, termasuk soal kepemimpinan. Tapi untuk menjadi pemimpin, Anda harus mendapatkan rasa hormat dari rekan setim,” ujar Paes.









