BARABAI, Kalimantanlive.com – Menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) menuai berbagai kritik di media sosial setelah sejumlah paket makanan yang dibagikan kepada siswa dinilai tidak layak.
Beberapa temuan yang beredar memperlihatkan paket berisi roti, susu, dan pisang yang disebut masih mentah. Bahkan pada temuan terbaru, terdapat roti yang menghitam serta telur yang diduga dalam kondisi tidak layak konsumsi.
BACA JUGA: Pendaftaran Lomba Bagarakan Sahur 2026 di HST Dibuka, Digelar 10–11 Maret
Keluhan tersebut ramai diunggah orang tua siswa melalui akun media sosial pribadi mereka. Mereka mempertanyakan kualitas makanan yang dinilai luput dari pengawasan.
Menanggapi polemik tersebut, Kepala Koordinator Wilayah (Korwil) Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) Kabupaten HST, Sa’dillah, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat.
“Atas nama SPPG Kabupaten Hulu Sungai Tengah, kami meminta maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat apabila menu yang dibagikan dinilai belum memenuhi standar,” ujarnya.
Ia menyampaikan hal tersebut usai Rapat Koordinasi (Rakor) Pelaksanaan MBG di Aula Bapperida HST, Kamis (26/2/2026).
Sa’dillah menyebut temuan di lapangan sebagai bentuk keteledoran yang harus segera diperbaiki.
“Kami akui ini menjadi teguran keras bagi kami. Ke depan, kualitas menu dan pengawasan distribusi akan kami tingkatkan,” tegasnya.
Ia juga meluruskan soal anggaran Rp15 ribu per porsi yang ramai diperbincangkan publik.







