JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Kabar gembira bagi mitra pengemudi Grab. Chief Executive Officer (CEO) Grab Indonesia, Neneng Goenadi, memastikan Bonus Hari Raya (BHR) akan kembali diberikan pada Lebaran 2026 dengan nilai lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.
Meski demikian, besaran nominal BHR masih dalam pembahasan bersama Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan akan diumumkan secara resmi dalam waktu dekat.
# Baca Juga :THR PNS, TNI, dan Polri 2026 Kapan Cair? Menkeu: Anggaran Rp55 Triliun Tunggu Presiden Prabowo
# Baca Juga :THR ASN, PNS, TNI & Polri Cair Awal Ramadan 2026! Anggaran Tembus Rp55 Triliun
# Baca Juga :THR ASN 2026! Menkeu Purbaya Pastikan Anggaran Rp55 Triliun Siap, Dibayar Awal Ramadhan
# Baca Juga :Iko Uwais Tampilkan Silat di Film “Triple Threat” yang Tayang di Vidio
“Kami mengapresiasi teman-teman mitra pengemudi yang berprestasi, konsisten dalam layanan, serta menunjukkan komitmen yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Neneng di Jakarta, Kamis (28/2/2026).
Ia menambahkan, detail terkait nominal dan skema pencairan masih dalam tahap diskusi. Namun, perusahaan memastikan akan ada peningkatan nilai dibandingkan tahun lalu.
“Apakah ada peningkatan? Pasti ada peningkatan. Untuk besarannya, mohon ditunggu. Kami akan sampaikan pada waktunya,” katanya.
Cair Sebelum Lebaran
Neneng menegaskan bahwa BHR akan dicairkan sebelum Hari Raya Idulfitri 2026. Grab memastikan tidak akan ada pencairan setelah Lebaran agar mitra dapat memanfaatkan bonus tersebut untuk kebutuhan hari raya.
“Semua mitra yang berhak menerima pasti akan mendapatkannya sebelum hari raya. Tidak mungkin diberikan setelah hari raya,” tegasnya.
Grab juga menjanjikan adanya kejutan lain bagi mitra dalam menyambut Lebaran tahun ini.
Model Kemitraan Jadi Bantalan Sosial
Dalam kesempatan tersebut, Neneng menjelaskan bahwa model ride-hailing berbasis kemitraan memiliki karakteristik berbeda dibandingkan sektor formal. Fleksibilitas menjadi daya tarik utama karena siapa pun dapat bergabung tanpa proses rekrutmen yang panjang.
Menurutnya, model ini berfungsi sebagai bantalan sosial yang responsif, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan alternatif penghasilan atau belum terserap di sektor formal.
Sejak 2015, jumlah mitra terdaftar di Grab mencapai 3,7 juta orang. Adapun mitra yang aktif menarik penumpang setiap bulan berkisar antara 700.000 hingga 800.000 orang.
Data Grab menunjukkan:
Lebih dari 50 persen mitra berusia di atas 36 tahun, sebagian besar bahkan di atas 45 tahun.
Sebanyak 69 persen mitra merupakan lulusan SMA, dan 31 persen lulusan di atas SMA.
Terdapat sekitar 182.500 mitra perempuan serta lebih dari 700 mitra penyandang disabilitas yang aktif di platform.
Satu dari dua mitra pengemudi sebelumnya terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).
Mayoritas mitra menjadikan Grab sebagai sumber penghasilan tambahan. Lebih dari 80 persen mitra GrabBike dan sekitar 67 persen mitra GrabCar tidak menjadikannya sebagai pendapatan utama. Namun, ada pula mitra yang mampu meraih penghasilan lebih dari Rp10 juta per bulan.
Rata-rata mitra roda dua menyelesaikan 28 perjalanan per hari, sedangkan roda empat sekitar 11 perjalanan per hari.







