CIMB Niaga Bukukan Laba 8,8 Triliun Sepanjang Tahun 2025, Kukuhkan Posisi di Industri Perbankan Indonesia

Menurut Lani, di 2026, pihaknya akan terus fokus pada pertumbuhan kredit yang prudent, menjaga kualitas aset, memperkuat basis dana murah (CASA), serta menjalankan pengelolaan biaya yang disiplin.

“Dengan strategi Forward30 sebagai panduan, kami meyakini dapat mempertahankan kinerja yang baik dan memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi para stakeholders, termasuk nasabah dan masyarakat luas. Komitmen ini juga mencerminkan purpose kami ‘Advancing Customers and Society’, di mana CIMB Niaga berkomitmen membantu nasabah serta masyarakat Indonesia mewujudkan mimpi dan aspirasinya,” jelas Lani.

BACA JUGA: CIMB Niaga Laporkan Perolehan Laba Rp 6,6 Triliun pada 9 Bulan Pertama 2024, Naik 5,1 Persen YoY

CIMB Niaga senantiasa menjaga posisi permodalan dan likuiditas yang solid dengan capital adequacy ratio (CAR) dan loan to deposit ratio (LDR) masing-masing sebesar 24,8% dan 86,8%.

Total aset konsolidasian adalah sebesar Rp372,7 triliun per 31 Desember 2025, yang semakin memperkuat posisi CIMB Niaga sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia.

Total Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat menjadi Rp270,5 triliun (+3,8% YoY), dikontribusikan dari pertumbuhan CASA sebesar 10,1% YoY menjadi Rp189,5 triliun, yang berkontribusi terhadap rasio CASA menjadi sebesar 70,0%.

Hal ini merupakan hasil upaya Bank untuk membina hubungan dengan nasabah yang lebih erat sekaligus meningkatkan pengalaman nasabah secara keseluruhan melalui layanan digital.