CIMB Niaga Bukukan Laba 8,8 Triliun Sepanjang Tahun 2025, Kukuhkan Posisi di Industri Perbankan Indonesia

JAKARTA, Kalimantanlive.com – PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) mencatatkan perolehan laba sebelum pajak konsolidasi sebesar Rp8,8 triliun sepanjang 2025, tumbuh sebesar 1,11 % secara tahunan atau YoY.

Sementara itu, perolehan laba bersih tahun berjalan secara konsolidasi senilai Rp 6,93 triliun sepanjang 2025, mengalami kenaikan 0,53% secara tahunan atau year-on-year (YoY) dari periode sama tahun sebelumnya.

Kinerja ini menghasilkan earnings per share sebesar Rp273,53, yang turut berkontribusi pada pertumbuhan bisnis Bank.

Capaian kinerja tersebut didorong oleh pendapatan bunga senilai Rp24,67 triliun, naik 1,83% dari Rp24,24 triliun pada tahun sebelumnya. Pendapatan bunga bersih bank berkode saham BNGA ini juga mencapai sebesar Rp13,48 triliun atau tumbuh 1,58% YoY.

BACA JUGA: CIMB Niaga Perkuat Fundamental, Laba Pra-Pajak Tembus Rp6,7 Triliun

Presiden Direktur & CEO CIMB Niaga Lani Darmawan, mengatakan hasil kinerja CIMB Niaga pada tahun 2025 mencerminkan konsistensi performa serta kesehatan fundamental bisnis Bank.

“Sepanjang tahun tersebut, kami berhasil memperkuat posisi likuiditas dan permodalan, di mana hal tersebut semakin memperkuat landasan kami untuk terus bertumbuh sekaligus memastikan untuk senantiasa memberikan nilai jangka panjang,” ujarnya dalam siaran pers, Kamis (26/2/2026).

Lani menyebutkan, kerangka manajemen risiko CIMB terjaga dengan baik yang tercermin dari kualitas aset, dengan rasio kredit bermasalah bruto (gross non-performing loan/NPL) sebesar 1,81% dan cost of credit (CoC) yang menurun menjadi 0,74%.

“Pada akhirnya, perolehan return on equity (ROE) sebesar 13,0% menunjukkan kapasitas Bank dalam menghasilkan profitabilitas yang stabil, dengan tetap menjaga profil keuangan yang disiplin dan solid,” katanya.