JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – TNI Angkatan Laut (TNI AL) bersiap memasuki babak baru dalam penguatan pertahanan maritim. Sebanyak 100 prajurit TNI AL akan dikirim ke Italia untuk mengikuti pelatihan pengawak kapal induk Giuseppe Garibaldi, yang diproyeksikan menjadi kapal induk pertama milik Indonesia.
Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kementerian Pertahanan (Kemhan) Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menjelaskan, pengiriman personel ini merupakan tahap awal pembinaan awak sebelum kapal resmi beroperasi di bawah komando TNI AL.
# Baca Juga :PPDB SMA Unggul Garuda 2026 Resmi Diperpanjang hingga 7 Maret, Ini Syarat dan Cara Daftarnya
# Baca Juga :Eliano Reijnders Cetak Assist, Tijjani Ikut Sorotan Usai Persib Hajar Madura United 5-0
# Baca Juga :Diduga Dipicu Petasan, Kebakaran Hebat di Paser Hanguskan 34 Rumah, Kerugian Tembus Rp 9,6 Miliar
# Baca Juga :Kabur Bawa Brankas Usai Bunuh Penjaga BRI Link, Pelaku Ditangkap di Sulawesi Utara
“Pada tahap awal, sekitar 100 personel direncanakan akan mengikuti pelatihan di Italia, termasuk pelatihan langsung di kapal selama proses pelayaran dari Italia menuju Indonesia,” ujar Rico, Jumat (27/2/2026).
Ditargetkan Tiba Sebelum HUT TNI 2026
Kapal induk buatan Italia tersebut ditargetkan tiba di Indonesia sebelum peringatan HUT ke-81 TNI pada 5 Oktober 2026.
Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menyebut proses pengadaan masih berjalan dan diharapkan rampung tepat waktu.
“Untuk Garibaldi, masih dalam proses. Harapannya bisa sampai di Indonesia sebelum HUT TNI,” kata Ali, Kamis (12/2/2026).
Saat ini, Kementerian Pertahanan masih melakukan negosiasi dengan galangan kapal Italia, Fincantieri, yang memproduksi kapal tersebut. Proses ini juga melibatkan Angkatan Laut Italia sebagai pengguna sebelumnya.
Kapal Hibah, Tetap Butuh Anggaran Retrofit
Rico menegaskan bahwa Giuseppe Garibaldi merupakan kapal induk hibah dari Pemerintah Italia. Meski diperoleh tanpa biaya pembelian, Indonesia tetap harus menyiapkan anggaran untuk proses penyesuaian atau retrofit.
Penyesuaian tersebut meliputi sistem kapal, standar keselamatan, sertifikasi, hingga kebutuhan operasional sesuai doktrin dan standar TNI AL.
“Pemerintah Indonesia tetap perlu menyiapkan anggaran untuk kebutuhan retrofit, penyesuaian sistem, sertifikasi keselamatan, serta kesiapan operasional agar kapal dapat digunakan sesuai kebutuhan TNI AL,” jelasnya.
Setelah resmi diserahkan, kapal ini akan berstatus sebagai Kapal Perang Republik Indonesia (KRI).
Selain mendukung Operasi Militer Selain Perang (OMSP), kapal induk ini juga disiapkan untuk mendukung Operasi Militer untuk Perang (OMP) sesuai kebutuhan tugas TNI.
Spesifikasi Giuseppe Garibaldi
Kapal induk Giuseppe Garibaldi diproduksi oleh Fincantieri, perusahaan yang juga membuat KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321 milik TNI AL.
Beberapa spesifikasi utamanya antara lain:
Panjang: 180,2 meter
Kecepatan maksimum: 30 knot (sekitar 56 km/jam)
Dilengkapi radar jamming dan sistem pertahanan modern
Peluncur oktupel Mk.29 untuk rudal antipesawat Sea Sparrow/Selenia Aspide







