Mudik Lebaran 2026: Pasar Tumpah dan Cuaca Ekstrem Jadi Fokus Pengamanan Angkutan

JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa keselamatan dan keamanan menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026. Tradisi mudik tahunan, menurutnya, tidak boleh membuat seluruh pihak lengah terhadap potensi risiko di lapangan.

“Walaupun merupakan tradisi tahunan, saya berharap hal-hal kecil juga menjadi perhatian dan tidak diremehkan,” ujar Dudy dalam keterangan resmi, Kamis (26/2/2026).

# Baca Juga :Mudik Lebaran 2026 Disiapkan Total! Pemerintah Satukan Kekuatan Lintas Sektor, Targetkan Perjalanan Aman dan Nyaman

# Baca Juga :Kakorlantas Gelar Operasi Keselamatan 2026 Jelang Mudik Lebaran, Balap Liar hingga Bus Travel Jadi Sasaran

# Baca Juga :Progres Tol IKN Tembus 80 Persen! Bisa Dipakai Mudik Lebaran 2026? Ini Jawaban Pemerintah

# Baca Juga :Mobilisasi Kendaraan H-1 Arus Mudik Lebaran di Pelabuhan Feri Stagen Ramai Lancar

Ia menekankan bahwa detail teknis seperti pengaturan lalu lintas di titik rawan serta koordinasi antarinstansi bisa menjadi faktor penentu kelancaran arus mudik.

Pasar Tumpah Berpotensi Picu Kemacetan

Salah satu perhatian utama Kementerian Perhubungan adalah potensi kemacetan di jalur arteri akibat pasar tumpah. Aktivitas perdagangan musiman di tepi jalan kerap menimbulkan hambatan samping yang memperlambat arus kendaraan.

Berdasarkan pemetaan Kemenhub, terdapat sejumlah titik rawan yang perlu diantisipasi, yakni:

4 lokasi di Banten

25 lokasi di Jawa Barat

12 lokasi di Jawa Tengah

6 lokasi di DI Yogyakarta

9 lokasi di Jawa Timur

“Antisipasi kemacetan dapat dilakukan dengan memperkuat koordinasi serta pengendalian hambatan samping di jalan nasional seperti kios pedagang dan transportasi tradisional seperti becak dan delman,” jelas Dudy.

Langkah pencegahan sejak dini dinilai penting agar lonjakan kendaraan saat puncak arus mudik tidak terhambat.

Waspadai Cuaca Ekstrem dan Bencana

Selain persoalan lalu lintas, faktor cuaca ekstrem dan potensi bencana alam juga menjadi perhatian serius. Ketidakpastian kondisi alam dapat mengganggu operasional transportasi darat, laut, maupun udara.