“Respons warga sebagian besar positif. Bahkan kelompok sayap kanan tidak menimbulkan masalah. Reaksi masyarakat jauh lebih baik dari yang saya perkirakan,” kata Omar, menambahkan bahwa dekorasi memicu percakapan tentang Ramadhan dan makna puasa bagi warga Muslim.
Omar berharap kota-kota lain di Belgia dapat meniru inisiatif ini, sehingga tercipta kehidupan masyarakat yang lebih kolaboratif antar berbagai kelompok, sekaligus memperkenalkan nilai-nilai Ramadhan kepada publik luas.
Sumber: Antaranews.com







